Logo Bloomberg Technoz

Berikut perincian pos item anggaran yang akan lanjut terkena efisiensi pada 2026 berdasarkan PMK 56/2025 tersebut. (belum ada persentase)

  1. Alat tulis kantor;
  2. Kegiatan seremonial;
  3. Rapat, seminar, dan sejenisnya;
  4. Kajian dan analisis;
  5. Diklat dan bimtek;
  6. Honor output kegiatan dan jasa profesi;
  7. Percetakan dan souvenir;
  8. Sewa gedung, kendaraan, dan peralatan;
  9. Lisensi aplikasi;
  10. Jasa konsultan;
  11. Bantuan pemerintah; p
  12. Pemeliharaan dan perawatan;
  13. Perjalanan dinas;
  14. Peralatan dan mesin;
  15. Infrastruktur.

Sebagai perbandingan, berikut juga perincian pos item anggaran yang juga telah dilakukan pada tahun ini melalui Surat Menkeu No: S-37/MK.02/2025 pada akhir Januari lalu. (sudah ada persentase).

  1. Alat Tulis Kantor (ATK) dengan persentase efisiensi: 90,0%
  2. Kegiatan Seremonial : 56,9%
  3. Rapat, Seminar dan sejenisnya : 45,0%
  4. Kajian dan Analisis : 51,5%
  5. Diklat dan Bimtek : 29,0%
  6. Honor Output Kegiatan dan Jasa Profesi : 40,0%.
  7. Percetakan dan Souvenir : 75,9%.
  8. Sewa Gedung, Kendaraan dan Peralatan : 73,3%.
  9. Lisensi Aplikasi : 21,6%.
  10. Jasa Konsultan : 45,7%.
  11. Bantuan Pemerintah : 16,7%.
  12. Pemeliharaan dan Perawatan : 10,2%.
  13. Perjalanan Dinas : 53,9%.
  14. Peralatan dan Mesin : 28,0%.
  15. Infrastruktur : 34,3%
  16. Belanja lainnya : 59,1%

(dhf)

No more pages