Kemitraan ini merupakan yang pertama bagi Hyundai dengan produsen mobil lain untuk proyek berskala besar, membuka jalan bagi kedua belah pihak untuk menggabungkan sumber daya demi belanja modal dan operasi manufaktur yang lebih efisien di berbagai pasar di seluruh dunia.
Bagi GM, kendaraan baru ini akan menandai dorongan baru untuk pertumbuhan di pasar global setelah bertahun-tahun menyusutkan bisnis internasionalnya.
Di bawah CEO Mary Barra, GM telah menutup operasi di Australia, Eropa, India, dan Asia Tenggara, sekaligus merestrukturisasi bisnisnya di Tiongkok yang sedang kesulitan. Dengan bantuan Hyundai, perusahaan asal Detroit ini berharap dapat memiliki kendaraan yang lebih kecil yang dirancang bagi konsumen yang tidak mengendarai truk besar yang populer di AS.
(bbn)





























