Daihatsu di GIIAS 2025: 80.000 Orang Mampir, yang Beli 580
Redaksi
06 August 2025 07:50

Bloomberg Technoz, Jakarta - Daihatsu mencatatkan jumlah surat pemesanan kendaraan (SPK) sebanyak 580 unit sepanjang pameran otomotif Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2025. SPK tersebut muncul setelah 80 ribu orang diklaim mampir ke booth Daihatsu.
"Kami berhasil mencatatkan total SPK sebanyak 580 unit, khususnya Rocky Hybrid yang mendapat SPK tertinggi 147 unit, disusul Gran Max series sebanyak 134 unit, dan Sigra 123 unit," ujar Fredy Handjaja, Chief Executive PT Astra International Tbk., Daihatsu Sales Operation.
"Dengan kondisi ekonomi yang penuh tantangan seperti saat ini, konsumen lebih selektif memilih kendaraan dan semakin percaya terhadap inovasi yang ditawarkan Daihatsu," ujar dia.
Booth Daihatsu menampilkan sebanyak 15 unit kendaraan display, 3 unit personal mobility e-Sneaker, hingga berbagai games dan aktivitas lainnya. Selain mendapatkan perhatian 80.000 pengunjung selama pameran berlangsung, juga lebih dari 500 orang telah menjajal alias test drive mobil Daihatsu Rocky Hybrid.
“Antusiasme luar biasa dari para pengunjung menjadi bentuk apresiasi yang sangat berarti bagi kami. Khususnya Rocky Hybrid,” ujar Sri Agung Handayani, Marketing Director dan Corporate Communication Director PT Astra Daihatsu Motor.
Diberitakan sebelumnya, Gaikindo menyampaikan bahwa pameran otomotif GIIAS 2025 yang dihelat pada 24 Juli hingga 3 Agustus 2025 di ICE BSD City, Tangerang didatangi 485.569 pengunjung.
Jumlah kunjungan naik berkaca pada pengunjung GIIAS tahun 2024 yang tercatat sebanyak 475.084 orang
Kendati demikian, antusiasme pengunjung tidak sebanding dengan jumlah pengunjung yang akhirnya masuk ke dealing room untuk mengajukan Surat Pemesanan Kendaraan (SPK).
"Kelihatannya agak turun. Kalau kita lihat, memang kondisi ekonomi memang agak berat kemudian kita juga lihat sampai dengan pertengahan tahun ini, Juni, penjualannya turun," ujar Ketua Umum Gaikindo Yohannes Nangoi.
Pengamat otomotif dari Institut Teknologi Bandung (ITB) Yannes Martinus Pasaribu mengatakan, maraknya fenomena 'Rojali' atau rombongan jarang beli di pagelaran otomotif bergengsi ini terjadi karena beberapa faktor.
"Pertama, kondisi pertumbuhan makro ekonomi yang masih memberat, sehingga daya beli kelompok middle-low income class [kelas berpenghasilan menengah-bawah] sebagai pembeli terbesar mobil menurun," katanya pada Bloomberg Technoz, dikutip Rabu (6/8/2025).





























