Logo Bloomberg Technoz

"Kami mengharapkan momentum pertumbuhan ini tetap terjaga. Beberapa yang memberikan optimisme tentu saja karena adanya belanja pemerintah yang mulai terakselerasi," tutur dia.

Pada paruh pertama, pemerintah secara total juga telah mengguyur insentif senilai Rp24,24 triliun. Sebanyak Rp11,9 triliun digunakan untuk penebalan bantuan sosial (bansos) hingga pemberian diskon PPN DTP perumahan. Kemudian, ada juga bantuan subsidi upah (BSU) senilai Rp10,72 triliun.

Kemenko Perekonomian sebelumnya juga mengaku telah menyiapkan sejumlah langkah guna mendorong pertumbuhan ekonomi pada semester II 2025 secara optimal. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi kinerja ekonomi yang lesu pada paruh pertama tahun ini.

Sekretaris Menteri Koordinator Susiwijono Mugiarso mengatakan, sejumlah paket stimulus ekonomi tersebut dilakukan seperti yang sebelumnya telah diumumkan pemerintah beberapa waktu lalu.

"[Langkah kami], kemarin kami sudah siapkan stimulus untuk kuartal III dan kuartal IV," ujar Susi, sapaan akrabnya, kepada wartawan di Jakarta, Senin (4/8/2025).

Belakangan, Menteri Airlangga Hartarto juga mengatakan pemerintah  kembali berencana untuk melanjutkan paket stimulus kebijakan pada semester kedua tahun ini, yang meliputi diskon tiket pesawat, tol, hingga Kereta Api.

"Kami bahas apa yang bisa mendorong pertumbuhan lebih tinggi di semester kedua. Yang diskon-diskon seperti Nataru dan Lebaran kemarin juga kita bahas. Kita berharap nanti bisa diumumkan lebih awal," ujarnya, akhir Juli lalu.

Selain pemberian diskon perjalanan transportasi, pemerintah juga mempercepat implementasi Kredit Investasi Padat Karya, peningkatan target Program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) hingga implementasi Kredit Program Perumahan, dan penyerapan Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS).

Di sektor pariwisata, Pemerintah juga menyiapkan skema stimulus yang komprehensif guna menghadapi masa liburan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025-2026.

(ell)

No more pages