Logo Bloomberg Technoz

2. Low Tuck Kwong

Low Tuck Kwong, seorang pengusaha tambang batu bara melalui perusahaan PT Bayan Resources Tbk (BYAN) hartanya menguap 8,5% mencapai US$ 2,4 miliar (Rp 39,3 triliun) menjadi US$ 25,5 miliar atau setara dengan Rp 417,59 triliun.

Low Tuck Kwong, Direktur Utama Bayan Resources. Foto: Ahmad Zamroni/Forbes Indonesia

Imbas kekayaannya menguap mencapai triliunan rupiah, Low Tuck Kwong harus berpuas diri menempati urutan 82 orang terkaya di dunia hingga terus–menerus bertengger di peringkat 2 orang terkaya di Indonesia disalip oleh Prajogo Pangestu.

3. Budi Hartono

Grup Djarum menjadi sumber kelimpahan Hartono bersaudara mengumpulkan pundi–pundi harta kekayaan. Nama Budi Hartono masuk jajaran orang terkaya urutan ke–123 berdasarkan data Bloomberg.

Budi Hartono (Rumahinovasi.net/diolah)

Posisi itu tercapai meskipun kekayaannya menguap 16,5% yang mencapai US$ 3,7 miliar (Rp 60,59 triliun) sepanjang tahun 2025 menjadi US$ 18,8 miliar, yang sama dengan Rp 307,87 triliun.

4. Anthoni Salim

Pemilik Grup Indofood, perusahaan produsen makanan dan minuman ternama di Indonesia, Anthoni Salim masuk ke dalam jajaran daftar orang terkaya di Indonesia urutan ke–4.

Presiden Direktur dan CEO PT Indofood CBP Sukses Makmur, Anthoni Salim. (Yuriko Nakao/Bloomberg)

Siapa sangka nilai kekayaannya berhasil mencapai US$ 18,5 miliar, atau setara dengan Rp 302,96 triliun hingga menempatkannya pada posisi 126 orang terkaya di dunia.

Yang juga jadi perhatian, kekayaannya di sepanjang tahun berhasil ada di tren positif hingga bullish dengan kenaikan 43,7% mencapai US$ 5,6 miliar (Rp 91,7 triliun).

5. Michael Hartono

Kekayaan Michael Hartono memang tidak sebesar saudaranya, Budi Hartono. Nilainya masih terbilang fantastis mencapai US$ 17,4 miliar, atau setara Rp 284,94 triliun dengan keberhasilan menjemput posisi orang terkaya di Indonesia ke–5.

Michael Hartono. (Dimas Ardian/Bloomberg)

Namun memang, kekayaan sebesar itu menempatkan Michael Hartono di urutan 134 orang terkaya versi Bloomberg Billionaires Index awal Agustus 2025 merupakan efek langsung dari potential loss sepanjang tahun mencapai 16,9% menyentuh US$ 3,5 miliar (Rp57,31 triliun).

6. Otto Toto Sugiri

Otto Toto Sugiri, seorang pengusaha Indonesia yang disebut–sebut sebagai ‘Bill Gates-nya Indonesia’ salah satu pendiri sekaligus direktur utama DCI Indonesia (DCII), penyedia layanan pusat data terbesar di Indonesia. Berdasarkan data Bloomberg, Otto Toto Sugiri juga merupakan salah satu pendiri IndoInternet (EDGE), penyedia layanan internet terpadu pertama di Indonesia.

Direktur Utama PT DCI Indonesia Tbk, Otto Toto Sugiri (Diolah berbagai sumber)

Dengan berbagai aset dan sumber kekayaan, Otto Toto Sugiri berhasil menempati peringkat 163 orang terkaya di dunia, dengan keberhasilan mencatat kekayaan yang melesat signifikan 660% mencapai US$ 13,3 miliar (Rp 217,8 triliun) hingga berada di jumlah kekayaan US$ 15,3 miliar (Rp 250,55 triliun).

7. Sukanto Tanoto

Sukanto Tanoto merupakan pendiri Royal Golden Eagle, sebuah konglomerat manufaktur global yang memiliki total aset hingga lebih dari US$ 35 miliar, berdasarkan data Bloomberg.

Sukanto Tanoto (Dok. Tanoto Foundation/Diolah)

Dengan berbagai aset dan sumber kekayaan dari segala lini bisnis dari banyak negara, Sukanto Tanoto berhasil menempati peringkat 176 orang terkaya dunia, meskipun kekayaannya menguap 27,9% mencapai US$ 5,7 miliar (Rp 93,34 triliun) hingga mencatat harta kekayaan US$ 14,7 miliar, atau setara dengan Rp 240,73 triliun.

8. Marina Budiman

Marina Budiman adalah salah satu pendiri sekaligus komisaris utama DCI Indonesia, penyedia layanan pusat data center terbesar di Indonesia membuat Marina Budiman bertengger di orang terkaya dunia urutan 270, dan orang terkaya di Indonesia urutan 8.

Sebagian besar kekayaan Marina Budiman berasal dari kepemilikannya pada saham DCI Indonesia. Ia memiliki 23% saham secara langsung, berdasarkan laporan Bursa Efek  Indonesia pada Juli 2025.

Kekayaannya berhasil menyentuh US$ 11,3 miliar (Rp 185,05 triliun) versi Bloomberg Billionaires (Rich) Index. 

Adapun di sepanjang tahun berjalan 2025 ini, harta Marina Budiman mencatat pertumbuhan mencapai US$ 9,9 miliar (Rp 162,12 triliun) atau bertambah 685,5% menjadi US$ 11,3 miliar.

(fad/aji)

No more pages