Logo Bloomberg Technoz

Neraca Dagang RI: Surplus Besar dengan AS, Defisit Tajam ke China

Sultan Ibnu Affan
01 August 2025 11:40

Tarif Impor AS 19%, Menguntungkan atau Merugikan Indonesia? (Diolah dari Berbagai Sumber)
Tarif Impor AS 19%, Menguntungkan atau Merugikan Indonesia? (Diolah dari Berbagai Sumber)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan neraca perdagangan barang Indonesia pada Januari-Juli 2025 mengalami surplus terbesar dengan Amerika Serikat (AS), yakni sebesar US$8,57 miliar. Di sisi lain, Indonesia mengalami defisit terdalam dengan China, yakni mencapai -US$9,73 miliar.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Pudji Ismartini memaparkan surplus neraca perdagangan Indonesia dengan AS terutama ditopang oleh surplus nonmigas, dengan nilai US$9,92 miliar. Di sisi lain, neraca perdagangan migas Indonesia mengalami defisit dengan AS.

"Angka ini terdiri dari nilai ekspor yang sebesar US$14,79 miliar dikurangi nilai impor yang hanya US$4,87 miliar," demikian tercantum dalam laporan BPS yang dirilis, Jumat (1/8/2025).


Selain AS, neraca perdagangan Indonesia juga mengalami surplus terbesar kedua dengan India, yakni mencapai US$6,59 miliar. Kemudian, surplus terbesar ketiga dengan Filipina, sebesar US$4,4 miliar.

Di sisi lain, defisit terdalam terjadi dengan China, yakni mencapai -US$9,73 miliar. Kemudian, berada di urutan kedua dan ketiga defisit terdalam terjadi dengan Singapura sebesar -US$3,09 miliar, dan Australia sebesar -US$2,66 miliar.