“F&B masih menjadi driver peningkatan hunian mall dan beberapa masih antusias membuka cabang baru. Kombinasi F&B dan lifestyle tenant juga bisa membantu kenaikan tingkat okupansi” sebut Ferry.
Saat ini, sektor makanan dan minuman menyangga sekitar 41,2% dari okupansi pusat perbelanjaan yang ada di Jakarta pada Semester I-2025. Sementara itu, sektor fashion dan apparel mkenyumbang sekitar 22,1% dari tingkat keterisian mal.
Selanjutnya, sektor beauty and wellness menyumbang 12,2% dari tingkat keterisian mal. Sebanyak 7,4% diiisi oleh tenant-tenant lifestyle, 6,7% disumbang dari home and furniture. Sisanya disumbang oleh watch and jewelry serta lainnya masing masing sebesar 5,1% dan 5,3%.
(ell)
No more pages






























