Logo Bloomberg Technoz

IHSG dibuka melemah 0,12% menyentuh 6.892,34. Sedangkan harga surat utang bergerak variatif di mana investor terlihat memilih defensif dengan merapat ke tenor pendek.

Data OTC Bloomberg memperlihatkan, tenor 2Y turun yield-nya 3,7 bps ke level 5,993%. Lalu tenor 5Y naik 0,9 bps dan tenor 10Y juga naik sedikit 0,6 bps.

Analisis Teknikal Nilai Rupiah Selasa 8 Juli 2025 (Riset Bloomberg Technoz)

Secara teknikal nilai rupiah telah menembus level support terdekat di 16.250/US$ dan berpeluang menuju Rp16.300/US$. Level support kuat rupiah ada di Rp16.310/US$.

Selama nilai rupiah bertengger di atas Rp16.300/US$ usai pelemahan, maka masih ada potensi untuk lanjut melemah hingga Rp16.400/US$.

Sementara trendline sebelumnya pada time frame daily menjadi resistance terdekat potensial pada level Rp16.200/US$. Kemudian, target penguatan lanjutan untuk kembali ke atas level Rp16.160/US$.

Apabila terjadi penguatan optimis hingga Rp16.100/US$ dalam tren jangka pendek maka rupiah berpotensi terus menguat dan uji resistance baru mencapai Rp16.080/US$.

Presiden AS Donald Trump saat pengumuman tarif di Rose Garden Gedung Putih di Washington, DC, AS,Rabu (2/4/2025). (Kent Nishimura/Bloomberg)

Tadi malam, Presiden AS Donald Trump telah mengumumkan tarif impor AS dengan beberapa perubahan dibandingkan besar tarif yang diumumkan pada 2 April lalu.

Indonesia tetap terkena 32%, mempertegas upaya negosiasi Pemerintah RI yang digadang selama ini belum membuahkan hasil kendati telah mengajukan penawaran pembebasan tarif impor dari AS hingga hampir 0% untuk lebih dari 1.700 komoditas.

Tingkat tarif yang dikenakan pada RI tersebut tak termasuk tarif sektoral juga barang pengiriman ulang (transshipped). "Mulai 1 Agustus 2025, kami akan mengenakan tarif sebesar 32% kepada Indonesia atas semua produk Indonesia yang dikirim ke AS, terpisah dari semua tarif sektoral. Barang yang dikirim ulang [transshipped] untuk menghindari tarif yang lebih tinggi akan dikenakan tarif yang lebih tinggi," tulis Trump kepada Prabowo dalam suratnya, dikutip Selasa (8/7/2025). 

Trump menggarisbawahi bahwa tidak akan ada tarif jika Indonesia, atau perusahaan-perusahaan di Tanah Air, memutuskan untuk membangun atau memproduksi produk di AS.

Ancaman baru Trump itu makin menjauhkan Indonesia dari capaian negara tetangga seperti Vietnam yang berhasil menegosiasi tarif lebih rendah yakni dari 46% menjadi 20%. 

Sedangkan Malaysia malah naik tarifnya dari 24% menjadi 25%, bersama Myanmar, juga Laos. Sementara negara lain seperti Thailand, Afrika Selatan, serta Korea Selatan terkena tarif tetap seperti April lalu, seperti Indonesia.

Tarif baru yang diumumkan Trump pada 7 Juli itu, masih bisa dinegosiasikan sebelum implementasi penuh pada 1 Agustus nanti.

Yang juga dikhawatirkan adalah potensi Indonesia terkena tarif tambahan yang menjadi ancaman baru oleh Trump bagi negara-negara anggota BRICS.

Tambahan tarif 10% pada negara-negara BRICS, meski masih berupa ancaman sejauh ini, dapat memicu kekhawatiran para investor untuk terlebih dulu keluar dari pasar.

Apabila Indonesia terkena tarif final dari AS sebesar 32%+10%, efeknya tidak bisa dianggap remeh pada perekonomian RI. "Pertumbuhan ekonomi RI bisa di bawah 4,5%," kata Lionel Priyadi, Fixed Income and Market Strategist Mega Capital Sekuritas.

(rui)

No more pages