Gedung Putih memberlakukan tarif impor sebesar 50% terhadap aluminium asing, kebijakan yang dinilai akan merugikan perusahaan-perusahaan AS yang menggunakan logam tersebut.
Misalkan, produsen bir dan minuman beralkohol Constellation Brands Inc. menyatakan tarif aluminium diperkirakan akan menambah beban biaya perusahaan sekitar US$20 juta hingga akhir tahun ini.
Kanada merupakan eksportir aluminium terbesar ke AS, yang kapasitas peleburan aluminium domestiknya tidak mencukupi untuk memenuhi kebutuhan sendiri.
"Amerika Serikat membutuhkan Quebec untuk memenuhi permintaannya, terutama karena kami memproduksi 70% dari seluruh aluminium di Amerika Utara," kata Menteri Ekonomi Quebec, Christine Frechette, dalam sebuah unggahan di platform X pada hari Senin.
"Prioritas kami tetap melindungi ekonomi dan pekerja kami,” kata Christine.
Aluminerie Alouette merupakan konsorsium yang terdiri dari Rio Tinto (memiliki 40% saham) serta beberapa perusahaan lain seperti AMAG Austria Metall AG dan Hydro Aluminium dari Norwegia, menurut laman resmi perusahaan.
Pabrik peleburan perusahaan yang berlokasi di Sept-Îles, Quebec, mempekerjakan sekitar 900 orang dan memiliki kapasitas produksi tahunan sebesar 630.000 ton aluminium primer.
(bbn)






























