Meski tak mengungkap berapa jumlah karyawan yang terdampak secara spesifik, langkah ini menandai gelombang PHK terbaru di tengah efisiensi Intel secara global.
Divisi otomotif memang bukan penyumbang utama pendapatan Intel, namun selama beberapa tahun terakhir divisi ini aktif di bidang teknologi kendaraan otomatis dan software-defined vehicles—kendaraan yang dikendalikan software. Intel tercatat telah menginvestasikan ratusan juta dolar dalam sektor ini.
Pada 2017, Intel mengakuisisi Mobileye, perusahaan teknologi kendaraan otonom asal Israel, senilai US$15,3 miliar. Mobileye kemudian dipisahkan sebagai perusahaan publik dengan Intel tetap menjadi pemegang saham utama. Pada 2020, Intel juga membeli Moovit, startup transportasi asal Israel, dalam kesepakatan senilai US$900 juta.
Divisi otomotif Intel sempat memamerkan teknologi barunya di pameran teknologi CES 2025, termasuk chip sistem-on-chip (SoC) berbasis AI yang dirancang khusus untuk kendaraan dan dijadwalkan siap produksi pada akhir 2025. Chip tersebut juga diperkenalkan pada ajang Shanghai Auto Show, April lalu.
Namun terlepas dari terobosan tersebut, divisi ini akhirnya ikut terkena dampak strategi penyusunan ulang fokus bisnis Intel yang kini mengarah lebih tajam ke bidang pusat data dan klien utama.
Awal bulan ini, perusahaan tersebut mengatakan berencana untuk memberhentikan 15% hingga 20% pekerja di divisi Intel Foundry mulai bulan Juli. Intel Foundry mendesain, memproduksi, dan mengemas semikonduktor untuk klien eksternal.
(prc/wep)






























