Logo Bloomberg Technoz

Adapun, HBA dengan nilai kalor 4.100 kcal per kilogram dipatok di angka US$50,25 per ton, menguat 0,34% dibandingkan dengan harga acuan periode pertama Juni 2025 di angka US$50,08 per ton.

Di sisi lain, HBA untuk kalor 3.400 kcal per kilogram dipatok pada level US$36,14 per ton. HBA itu cenderung menguat tipis 1,85% dari periode sebelumnya di angka US$35,47 per ton.

Pada perkembangan lainnya, Kementerian ESDM tengah mendorong diversifikasi ekspor batu bara pada pasar Eropa Selatan, Vietnam dan Bangladesh menyusul susutnya permintaan dari China dan India.

Direktur Pembinaan Pengusahaan Batubara Kementerian ESDM Surya Herjuna mengatakan China dan India saat ini menurunkan impor batu bara karena pasokan domestik yang melimpah dan tengah memasuki musim hujan.

“Dari sisi pemerintah, kami melihat momentum masih bisa dijaga dengan cara mendorong diversifikasi pasar ke negara lain seperti Vietnam dan Bangladesh atau negara-negara Eropa Selatan,” kata Surya saat dihubungi, Senin (16/6/2025). 

Surya mengakui minimnya permintaan batu bara dari China dan India  berdampak signifikan bagi produsen batu bara kalori rendah yang selama ini bergantung pada pasar China dan India.

“Tapi tidak langsung membuat rugi apabila perusahaan cepat beradaptasi,” ujarnya. 

(naw)

No more pages