Logo Bloomberg Technoz

Eric Beiley, Managing Director Steward Partners:
"Ini adalah sinyal peringatan. Pasar saham AS mungkin akan mencapai titik tertinggi setelah reli panjang yang disambut baik. Penurunan peringkat oleh Moody’s bisa mendorong aksi ambil untung oleh para manajer investasi setelah penguatan besar di pasar saham bulan lalu."

Ivan Feinseth, CIO Tigress Financial Partners:
"Obligasi pemerintah AS selama ini dipandang sebagai investasi paling aman di dunia. Jika peringkat kredit AS diturunkan, dampaknya bisa lebih terasa pada surat utang negara lain karena AS dijadikan tolok ukur. Meski belum terlihat dampaknya di pasar saham, kemungkinan investor akan lebih berhati-hati menyusul lonjakan harga saham belakangan ini."

Dave Mazza, CEO Roundhill Investments:
"Meskipun Moody’s baru mengumumkan secara resmi sekarang, pasar tampaknya sudah lama menyadari profil kredit AS yang memburuk. Tidak seperti kejutan penurunan peringkat oleh S&P pada Agustus 2011, kali ini pasar sudah waspada terhadap ketidakteraturan fiskal dan risiko tarif, sehingga dampaknya terhadap saham kemungkinan tidak sebesar yang dibayangkan."

Thomas Thornton, Pendiri Hedge Fund Telemetry LLC:
"Ini bukan kabar baik bagi pasar secara keseluruhan. Ini tidak seperti 2011 ketika S&P menurunkan rating AAA dan pasar saat itu sudah limbung. Kini, pasar obligasi menunjukkan kenaikan imbal hasil di akhir sesi, dan kenaikan suku bunga secara cepat dan tajam adalah risiko terbesar menurut saya."

Kim Forrest, CIO Bokeh Capital Partners:
"Ini bukan pertama kalinya AS mengalami penurunan peringkat. Saya melihat ini sebagai lonceng peringatan. Meskipun kontrak berjangka bisa jadi terlihat kacau, kita akan lihat apa yang terjadi. Karena bagi investor berpengalaman, hal ini bukan berita baru — terutama bagi investor obligasi, yang sangat menyadari masalah utang ini."

Dan Greenhaus, Kepala Strategi Pasar Solus Alternative Asset Management:
"Amerika Serikat saat ini mengalami defisit anggaran dalam masa damai yang sangat besar — mungkin terbesar yang pernah kita saksikan sepanjang hidup kita. Tapi kita semua sudah tahu itu. Moody’s tidak menyampaikan sesuatu yang benar-benar baru."

Max Gokhman, Wakil CIO Franklin Templeton Investment Solutions:
"Penurunan peringkat Treasury bukan hal mengejutkan di tengah pengeluaran fiskal besar-besaran tanpa dukungan anggaran yang terus berlanjut, dan bahkan mungkin akan meningkat dengan berbagai rencana di Kongres. Biaya utang juga akan terus naik, karena investor besar mulai mengalihkan dana dari Treasury ke aset safe haven lain. Ini bisa memicu spiral berbahaya bagi imbal hasil AS dan membuat dolar serta pasar saham AS kehilangan daya tarik."

Michael O’Rourke, Kepala Strategi Pasar JonesTrading:
"Saya memperkirakan pasar saham akan mengalami aksi ambil untung setelah reli kuat belakangan ini. Pada 2011 ketika S&P menurunkan peringkat AS, obligasi Treasury sempat dijual, tetapi kemudian justru diburu sebagai aset aman."

Keith Lerner, Co-CIO Truist Advisory Services:
"Saya rasa ini bukan peristiwa yang mengubah arah pasar secara drastis, tapi bisa jadi alasan investor untuk mengambil sebagian keuntungan. Ini juga mempertegas potensi kenaikan defisit dan akan semakin disorot dalam diskusi terkait perpanjangan undang-undang pajak saat ini."

(bbn)

No more pages