Logo Bloomberg Technoz

Najib saat ini menjalani hukuman penjara atas kejahatan terkait 1MDB, dana investasi negara yang ia bantu dirikan saat berkuasa. Pada tahun 2024, mantan raja Malaysia mengurangi setengah masa hukuman penjara 12 tahun Najib dan mengurangi denda yang dikenakan padanya. Keputusan ini merupakan salah satu tindakan kerajaan terakhir Sultan Abdullah Ahmad Shah sebelum masa pemerintahannya berakhir di bawah sistem monarki rotasi negara. Langkah ini menuai kritik terhadap Perdana Menteri Anwar Ibrahim dan janjinya untuk berkampanye melawan korupsi.

Najib mengklaim bahwa mantan raja juga mengeluarkan perintah kerajaan tambahan yang memungkinkannya menjalani sisa masa hukumannya di bawah tahanan rumah. Namun, Anwar mengatakan bahwa keputusan akhir oleh raja harus dibuat dalam batasan rapat Dewan Pengampunan.

Nasib Najib dapat berdampak pada stabilitas politik Malaysia baru-baru ini. Ia mempertahankan pengaruh signifikan di Organisasi Nasional Melayu Bersatu (UMNO), partai yang pernah ia pimpin dan yang diandalkan Anwar untuk dukungan. UMNO terus memperjuangkan kebebasan Najib, tetapi keringanan hukuman yang diberikan kepada mantan pemimpin itu dapat memicu reaksi publik terhadap pemerintah Anwar.

(bbn)

No more pages