Dalam kesempatan itu, Sri Mulyani juga menyinggung IMF memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi global menjadi 2,8% dari sebelumnya 3,3% pada 2025. IMF juga memangkas pertumbuhan ekonomi global menjadi 3% dari sebelumnya 3,3% pada 2026.
Bendahara Negara menggarisbawahi penurunan proyeksi dipicu oleh dampak langsung dari eskalasi perang tarif. Dalam hal ini, tarif resiprokal yang diumumkan Presiden Donald Trump menimbulkan retaliasi hingga menurunkan aktivitas perdagangan.
Selain itu, tarif dari AS juga menimbulkan dampak tidak langsung berupa disrupsi rantai pasok, ketidakpastian di dalam perdagangan dan investasi serta memburuknya sentimen dari pelaku usaha terhadap prospek ekonomi.
(lav)
No more pages































