Logo Bloomberg Technoz

Dalam proposal tersebut, Abu Zuhri bilang, Israel juga untuk pertama kalinya mendesak adanya pelucutan senjata Hamas dalam tahap negosiasi selanjutnya, yang tidak akan disetujui kelompok tersebut.

Hamas sebelum upacara serah terima sandera Israel kepada Palang Merah di Khan Yunis, Jalur Gaza selatan, 15 Februari 2025. (Ahmad Salem/Bloomberg)

"Menyerahkan senjata perlawanan adalah sejuta garis merah dan tidak bisa pertimbangan, apalagi didiskusikan," kata Abu Zuhri.

Israel belum mengomentari proposal yang dilaporkan tersebut.

Kepala layanan informasi negara Mesir mengatakan kepada Al Qahera: "Hamas tahu betul nilai waktu saat ini dan saya yakin bahwa tanggapannya terhadap proposal Israel akan cepat."

Israel memulai kembali serangannya di daerah kantong tersebut pada Maret, mengakhiri gencatan senjata yang mulai berlaku pada akhir Januari.

Narasumber Palestina dan Mesir menyebut pembicaraan terakhir pada Senin di Kairo untuk memulihkan gencatan senjata dan membebaskan sandera Israel berakhir tanpa proges yang jelas.

Hamas bersikeras Israel harus berkomitmen akan mengakhiri perang dan menarik pasukannya dari Jalur Gaza, seperti yang telah disepakati dalam perjanjian gencatan senjata tiga tahap yang mulai berlaku pada akhir Januari lalu.

Israel mengatakan tidak akan mengakhiri perang, kecuali Hamas disingkirkan dan para sandera yang masih ditahan di Gaza dikembalikan.

"Hamas siap menyerahkan para sandera sekaligus dengan imbalan berakhirnya perang dan penarikan militer Israel dari Gaza," beber Abu Zuhri.

Otoritas Kesehatan Gaza mengungkapkan, pasukan Israel telah membunuh lebih dari 1.500 warga Palestina sejak memulai kembali serangan militernya bulan lalu.

Israel telah memaksa ratusan ribu orang mengungsi dan memberlakukan blokade terhadap semua pasokan yang masuk ke daerah kantong tersebut.

Sementara itu, 59 sandera Israel masih ditahan Hamas di Gaza. Israel meyakini 24 dari mereka masih hidup.

(ros)

No more pages