Tekanan paling signifikan datang dari pos beban keuangan. Sepanjang 2024, beban keuangan IMAS melonjak 14,88% secara tahunan menjadi Rp2,47 triliun. Hal ini menyebabkan laba sebelum pajak terjun 28,24% menjadi Rp771,8 miliar.
Beban pajak yang tinggi juga turut memperparah penurunan. Pajak penghasilan neto yang dibayarkan IMAS pada 2024 mencapai Rp408,87 miliar, menyebabkan laba tahun berjalan terkoreksi hingga 47,4% ke posisi Rp362,93 miliar.
Meski laba tergerus, IMAS masih mencatatkan pertumbuhan ekuitas 3,62% menjadi Rp16,03 triliun.
Total liabilitas naik cukup signifikan, tumbuh 8,79% menjadi Rp51,61 triliun. Sebagian besar liabilitas ini berasal dari kewajiban jangka pendek yang mencapai Rp27,42 triliun per akhir Desember 2024.































