Dari sisi intermediasi, penyaluran kredit tumbuh 3,37% yoy menjadi Rp7,13 triliun. Peningkatan ini disertai dengan perbaikan kualitas aset, tercermin dari penurunan rasio kredit bermasalah atau non performing loan (NPL) gross menjadi 3,22% dari sebelumnya 4,40%, sementara NPL nett turun menjadi 1,20% dari 1,51% pada 2023.
Sementara itu, dana pihak ketiga (DPK) tercatat sebesar Rp8,13 triliun, turun tipis 0,65% dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai Rp8,19 triliun. Sebagian besar DPK masih didominasi oleh deposito, yang mencapai Rp5,9 triliun.
Secara keseluruhan, total aset Bank Raya tumbuh 5,53% yoy menjadi Rp13,13 triliun pada akhir 2024.
(dhf)
No more pages






























