Beranikah Trump Jadikan Bitcoin Cadangan Devisa?
Dampaknya, para trader di bursa derivatif Hyperliquid, mendepositkan US$6 juta dalam USDC dan menggunakan leverage 50x untuk membuka posisi buy di Bitcoin dan Ethereum, menurut platform analisis on-chain Lookonchain, dikutip dari Decrypt, Senin (3/3/2025).
Akan tetapi Hunter Horsley, CEO Bitwise, hanya membayangkan ide US strategic reserve hanya untuk Bitcoin dan “hal tersebut adalah yang paling masuk aka untuk saya.”
Meski begitu ia menambahkan bahwa banyak ‘aset kripto memiliki kelebihan’, yang dipertaruhkan ‘bukanlah portofolio investasi AS’ melainkan cadangan. “Bitcoin adalah penyimpan nilai yang tak terbantahkan untuk era digital,” dikutip dari postingannya di X.
Saw the Trump statement today, same as everyone else —
— Hunter Horsley (@HHorsley) March 3, 2025
I imagined a Strategic Reserve would be just Bitcoin. That makes the most sense to me.
Many crypto assets have merits, but what we're talking about here isn't a US investment portfolio — we're talking about a reserve, and… https://t.co/YwLBBCt55y
Roller Coaster Kebijakan Trump
Bitcoin mengakhiri Februari dengan level penurunan 18% karena sempat terjadi pemangkasan kerugian di detik-detik terakhir, dan merupakan pelemahan bulanan terbesar sejak Juni 2022.
Pasar jelang awal bulan yang baru masih khawatir genderang perang tarif yang ditabuh Trump lewat ancaman 25% biaya tambahan untuk Meksiko juga Kanada, dan berlaku 4 Maret 2025 besok. Trump juga bersikap keras kepada China dengan rencana tarif baru 10%—mendorong para pejabat di Beijing untuk menjanjikan tindakan balasan jika diperlukan.
Ketegangan yang segera menular ke pasar karena menyebabkan penurunan risk-off yang meluas, tidak hanya ekuitas tapi juga koin kripto.
Kini ‘arah angin’ berubah dan Bitcoin mencoba meraih kesempatan reli baru US$100.000. BTC, yang masuk dalam pembicaraan Trump atas lima koin kripto cadangan strategis, telah bergerak positif 7% ke level US$91.741 hingga pukul 16.35 waktu Indonesia, Senin (3/3/2025) dalam 24 jam terakhir. Meski begitu sepanjang tahun (ytd) nilainya masih tercatat negatif 1,54%.
Terakhir kali Bitcoin mencapai harga US$100.000 pada 4 Februari saat sebuah kabar dari perintah eksekutif Trump yang mengarahkan para pejabat menciptakan sovereign wealth fund untuk AS, mendorong lonjakan harga.
Berdasarkan catatan Bloomberg Strategists, pemangkasan harga Bitcoin hingga tersisa sekitar 70% adalah hal lumrah bahkan akan terus terjadi di masa depan.
Turbulensi yang identik dengan kripto telah memaksa investor untuk mempertimbangkan seberapa jauh mata uang kripto terbesar di dunia ini dapat jatuh. Kekalahan Bitcoin sempat diramal Ruslan Lienkha dari YouHodler bisa menuju US$70.000, namun tidak terbukti (setidaknya hingga detik ini).
Pada akhir Februari 2025 level Bitcoin sempat di US$78.226. Bitcoin telah jatuh di bawah rata-rata pergerakan 200 hari, sebuah indikator tren jangka panjang yang diawasi secara ketat, untuk pertama kalinya sejak Oktober. Data Bloomberg mencatatnya sebagai penurunan dari level tertinggi sepanjang masa yang dicapai kurang dari enam minggu yang lalu menjadi 28%.
Zaheer Ebtikar, salah satu pendiri dana kripto Split Capital, pekan lalu menyatakan, “itulah yang kita lihat minggu lalu. Pasti ada banyak penjualan lebih banyak dari biasanya, jadi sulit untuk menentukan satu bursa tertentu.”
Pasar Tersapu Arus
Trump bukan kali pertama membuat pasar kripto geger. Pandangannya bahwa perlindungan pasar Amerika jadi prioritas, berefek pada pergeseran atas risk appetite di dunia. Trump telah membuat beberapa perubahan yang membuat para penganut bull kripto senang, termasuk menempatkan pendukung kripto di posisi kunci.
Komisi Sekuritas dan Bursa (SEC), yang memulai tindakan keras selama bertahun-tahun di bawah mantan Ketua Gary Gensler, juga telah menutup penyelidikan terhadap beberapa perusahaan kripto dalam beberapa minggu terakhir.
Trump mengatakan bahwa ia ingin menjadikan AS sebagai “ibu kota kripto di planet ini dan negara adidaya Bitcoin di dunia.”
Membeli Bitcoin awalnya menjadi harapan dengan serangkaian janji politik Trump saat kampanye tahun lalu. Ada kepercayaan yang meningkat bahwa pendekatan presiden yang ramah terhadap mata uang kripto akan mengarah pada reli yang luas.
Reli pun terjadi selama periode pengambilan sumpah jabatan presiden Trump hingga titik puncaknya terjadi pada 20 Januari dengan rekor harga US$109.241. Namun tak lama tekanan terjadi kekhawatiran atas pendekatan pugilistik Trump terhadap perdagangan global dapat menyebabkan kerugian besar.
“Mengingat aspek makro, tidak mengherankan jika kita berada di posisi ini,” kata Stefan von Haenisch, direktur perdagangan bebas di Asia Pasifik di perusahaan kustodian kripto Bitgo Inc. Para trader hingga 28 Februari masih menunggu Trump untuk membuat langkah nyata untuk sektor ini termasuk persediaan Bitcoin, hingga akhirnya sinyal itu tiba pada 1 Maret lalu.
Simak video podcast Bloomberg TechnoZone: Trump Effect: Pilih Emas atau Bitcoin Cs? bersama Special Host Pandu Sastrowaroyo dan Co-Host Whery Enggo Prayogi.
(prc/wep)






























