Pernyataan Trump bahwa pemerintahannya akan menerapkan tarif 25% terhadap Uni Eropa, sementara tarif yang sebelumnya diumumkan terhadap Meksiko dan Kanada akan mulai berlaku pada 2 April.
Riset terbaru juga menunjukkan bahwa tarif baru terhadap impor dari China mungkin berdampak lebih besar pada ekonomi AS dibandingkan dengan data perdagangan resmi yang telah dirilis.
“Pernyataan yang saling bertentangan dari pemerintahan mengenai waktu dan cakupan tarif membuat investor ragu,” kata Marvin Loh dari State Street.
“Perdebatan masih berlanjut apakah presiden akan kembali menunda dan melonggarkan kebijakan ini, atau justru mulai menerapkan retorika yang lebih agresif.”
Terbaru, Presiden Federal Reserve Bank of Atlanta, Raphael Bostic, menegaskan Bank Sentral AS (Federal Reserve/The Fed) sebaiknya mempertahankan suku bunga pada level saat ini untuk terus menekan inflasi.
“Kita harus tetap berada di posisi ini,” papar Bostic dalam konferensi perumahan di Atlanta pada Rabu setempat.
Pembuat kebijakan The Fed memutuskan untuk tidak mengubah suku bunga bulan lalu, memberi mereka lebih banyak waktu untuk melihat perkembangan inflasi serta dampak kebijakan Presiden Donald Trump terhadap perekonomian.
Tim Research Phillip Sekuritas dalam risetnya memaparkan, sejauh ini, para pelaku pasar masih memprediksi adanya dua kali pemangkasan suku bunga oleh Federal Reserve tahun ini, masing masing sebesar 25 bps.
“Sentimen pasar tertekan oleh ketidakpastian dari kebijakan perdagangan Presiden AS Donald Trump dan semakin kuatnya sinyal Ekonomi AS mungkin sedang mengalami perlambatan,” mengutip riset harian Tim Research Phillip Sekuritas.
Analis Phintraco Sekuritas menyebut, secara umum, Wall Street masih dibayangi oleh isu tarif oleh Pemerintah AS. Dalam pertemuan kabinet pertamanya, Presiden AS, Donald Trump kembali mengkonfirmasi implementasi tarif untuk Kanada dan Meksiko.
Dalam pertemuan tersebut, Trump juga mengumumkan rencana penerapan tarif sebesar 25% untuk barang-barang asal Uni Eropa. Rencana-rencana tersebut sangat menarik mengingat ketiganya selama ini dikenal sebagai close trading partners dari AS.
Namun demikian, “IHSG catat intraday rebound ke atas 6.600 di Rabu kemarin. Bersamaan dengan pergerakan tersebut, terbentuk long lower-shadow di Rabu,” mengutip riset Phintraco.
Secara teknikal, kondisi tersebut membuka peluang technical rebound lanjutan ke kisaran 6.650 di Kamis, hari ini.
Phintraco memberikan rangkuman rekomendasi saham hari ini meliputi DEWA, MAPA, MEDC, TAPG, dan MDKA.
Sementara itu, Analis BRI Danareksa Sekuritas memaparkan, belum ada perubahan signifikan pada pergerakan IHSG dan masih berpotensi kembali melanjutkan Bearish trend ke area support 6.500.
“Waspadai potensi penurunan lebih dalam jika harga turun di bawah support 6.500,” mengutip paparan BRI Danareksa Sekuritas dalam risetnya pada Kamis (27/2/2025).
Bersamaan dengan risetnya, BRI Danareksa memberikan rekomendasi saham hari ini, BTPS, dan SMLE.
(fad)



























