Menggalang dana di luar negeri juga makin sulit bagi konglomerat India ini sejak Departemen Kehakiman AS pada November mendakwa Adani atas dugaan persekongkolan penyuapan demi memenangkan kontrak — tuduhan yang telah dibantah oleh grup perusahaan tersebut.
Yang pasti, pengumuman yang dibuat pada pertemuan investor biasanya hanya sekadar ungkapan niat investasi, bukan komitmen yang mengikat. Meski begitu, pernyataan Adani menandai fokus barunya pada pasar domestik untuk mendorong ekspansi.
Adani tidak mengurai bagaimana grup bisnisnya akan mendanai proyek-proyek baru di Madhya Pradesh. Tahun lalu, konglomerat tersebut telah berkomitmen 750 miliar rupee di provinsi yang sama untuk meningkatkan kapasitas pembangkit listrik, unit penggilingan semen, dan industri lainnya.
Namun, pengumpulan dana mungkin terbukti sulit. Bloomberg melaporkan, salah satu perusahaan grup, Adani Green Energy Ltd, disebut sedang dalam pembicaraan dengan pemberi pinjaman lokal untuk membayar US$1,1 miliar utang dolar dalam bentuk rupee.
Adani mengatakan bahwa grup bisnisnya telah berinvestasi lebih dari 500 miliar rupee dan menciptakan lebih dari 25.000 lapangan kerja di bidang energi, infrastruktur, manufaktur, logistik, dan agribisnis, tanpa menjelaskan lebih lanjut.
(bbn)






























