Logo Bloomberg Technoz

“Tuban nanti kita cek ya, nanti kalau ngecek saya kasih tahu,” ungkap Achmad.

Ketua Komite Investasi  Asosiasi Perusahaan Minyak dan Gas Bumi Nasional (Aspermigas) Moshe Rizal memandang Rosneft sama sekali tidak menunjukkan niat untuk berinvestasi di Tanah Air.  

Sayangnya, Kementerian ESDM dan Pertamina dinilai lamban dalam mengambil keputusan yang seharusnya sudah jatuh tempo sejak tahun lalu.

GRR Tuban, yang menelan investasi Rp238,5 triliun, seharusnya dirancang untuk menjadi kilang raksasa berkapasitas olah minyak mentah 300.000 barel per hari.

Rosneft sendiri merupakan salah satu perusahaan migas Rusia yang terimbas sanksi dari negara-negara Barat imbas invasi terhadap Ukraina sejak awal 2022; yang menyasar pada akses pendanaan, teknologi, hingga jasa konstruksi kilang.

Moshe menggarisbawahi, makin lambat Pertamina memutuskan kontrak dengan Rosneft, makin lambat pula upaya mewujudkan ketahanan energi di dalam negeri. Di sisi lain, kebutuhan minyak kian hari kian meningkat ditambah Prabowo mendesak peningkatan lifting minyak secara drastis.

Bahlil sendiri pun selalu mengingatkan jajarannya untuk menggenjot lifting minyak. Saat ini realisasi lifting minyak masih di bawah 600.000 barel/hari, padahal konsumsi minyak RI mencapai sekitar 1,6 juta barel/hari.

(mfd/wdh)

No more pages