Logo Bloomberg Technoz

Masalah keamanan di Asia Tenggara semakin menjadi perhatian banyak wisatawan China dalam beberapa tahun terakhir, seiring dengan laporan media yang terus-menerus tentang operator penipuan di wilayah tersebut. Film blockbuster China pada 2023, “No More Bets,” menggambarkan dua karakter China yang terjebak di pusat penipuan setelah tergoda oleh tawaran pekerjaan bergaji tinggi, yang memicu kekhawatiran di kalangan wisatawan.

Dengan Myanmar yang dilanda perang saudara sejak kudeta 2021, sindikat kejahatan siber berkembang pesat. Banyak di antaranya dijalankan oleh buronan China yang melarikan diri pada 2020 setelah tindakan keras di negara mereka, dan kini berlindung di wilayah Myanmar yang dikuasai oleh pemberontak, sementara rezim militer kehilangan kontrol di daerah-daerah tersebut.

Paetongtarn mengakui bahwa beberapa peristiwa perdagangan manusia belakangan ini telah menyebabkan beberapa wisatawan China membatalkan perjalanan mereka. Namun, kebanyakan dari mereka adalah warga kota-kota kecil yang merencanakan perjalanan pertama mereka ke Thailand. Ia menambahkan bahwa kedatangan wisatawan secara keseluruhan tidak akan terpengaruh, karena tidak ada pembatalan yang dilaporkan dari pasar besar lainnya.

Menteri Pariwisata, Sorawong Thienthong, melaporkan bahwa kedatangan wisatawan China rata-rata mencapai 20.000 orang per hari sejauh tahun ini, meningkat sekitar 20% dibandingkan tahun lalu.

Pihak berwenang Thailand menargetkan 40 juta kedatangan wisatawan pada tahun ini. Sektor pariwisata menyumbang sekitar 12% dari Produk Domestik Bruto (PDB) negara tersebut dan hampir seperlima dari lapangan pekerjaan.

(bbn)

No more pages