Logo Bloomberg Technoz

Bisakah Harga Bioetanol Semurah Pertalite? Ini Kata BPH Migas

Dovana Hasiana
06 May 2024 11:00

Banderol harga Pertalite di SPBU Pertamine./Bloomberg-Dimas Ardian
Banderol harga Pertalite di SPBU Pertamine./Bloomberg-Dimas Ardian

Bloomberg Technoz, Jakarta - Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas (BPH Migas) mengatakan penghapusan cukai etanol, yang merupakan bahan baku dari bioetanol, bisa dilakukan untuk membuat harga bahan bakar calon pengganti Pertalite atau Pertamax tersebut terjangkau. 

“Jika ingin mengembangkan bioetanol, yang juga bagian dari energi terbarukan, mesti ada support, seperti biodiesel. Di antaranya penghapusan cukai untuk bioetanol,” ujar Anggota BPH Migas Saleh Abdurrahman kepada Bloomberg Technoz, dikutip Senin (6/5/2024). 

Sekadar catatan, harga Pertalite yang merupakan jenis BBM khusus penugasan (JBKP) dan ditopang oleh skema kompensasi dari anggaran negara saat ini dibanderol dengan harga flat Rp10.000/liter. Adapun, Pertamax 92 yang seharusnya mengikuti pergerakan minyak dunia sedang 'ditahan' harganya sampai dengan Juni di level Rp12.950/liter.

Di sisi lain, harga Pertamax Green 95 alias bioetanol nonsubsidi atau non-public service obligation (PSO) dipasang di harga Rp13.500/liter di beberapa SPBU Pertamina. Pertamax Green 95 merupakan proyek pilot uji pasar untuk bioetanol komersial pertama dari pemerintah. 

Adapun, harga acuan bioetanol di Indonesia ditetapkan senilai Rp14.528/liter per 1 Mei 2024 oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), naik tipis dibandingkan dengan penetapan pada bulan sebelumnya.

Konsumen membeli Pertalite di SPBU Pertamina./Bloomberg-Dimas Ardian