Logo Bloomberg Technoz

Stok persenjataan di Pentagon memang berkurang karena AS banyak mengirim ke Ukraina. Namun dukungan terhadap Ukraina didanai dari pos lain.

Sepertinya anggaran pertahanan AS dipengaruhi oleh peningkatan tensi dengan China, yang dipandang Pentagon sebagai penantang utama dalam hal militer.

Modernisasi persenjataan AS “mencerminkan bahwa anggaran masih berfokus kepada pengembangan senjata untuk perang masa depan ketimbang membeli senjata untuk perang dalam waktu dekat” kata Mark Cancian, mantan analis di Kantor Manajemen dan Anggaran Gedung Putih yang saat ini berkarier di Center for International and Strategic Studies.

Salah satu senjata yang akan dibeli AS adalah pesawat F-35 buatan Lockheed Martin Corp, senjata termahal di Negeri Paman Sam. Anggaran yang direncanakan untuk pembelian F-35 mencapai US$ 13,5 miliar (Rp 207,35 triliun).

Pentagon akan memesan 35 unit F-35 untuk Angkatan Udara, Angkatan Laut, dan Marinir. Selain itu, akan ada tambahan 48 unit pesawat untuk Angkatan Udara dan 35 unit untuk Angkatan Laut dan Marinir.

Tahun lalu, usulan pengadaan F-35 adalah 61 unit. Kongres menyetujui tambahan 19 unit tahun ini, sehingga total ada 80 unit.

Anggaran pertahanan yang diusulkan juga mencakup sistem persenjataan jarak jauh untuk Angkatan Udara dan Angkatan Laut. Senjata ini bisa dipakai andai terjadi konflik dengan China, kata seorang pejabat.

Rencana anggaran untuk litbang akan menjadi yang terbesar sepanjang sejarah. Sedangkan untuk pembelian senjata akan menjadi yang terbesar sejak puncak perang di Irak dan Afganistan, menurut catatan Cascian. Pada 2008, anggaran pembelian senjata adalah US$ 207 miliar (Rp 3.179,31 triliun), menurut data Pentagon.

“Fokus yang kuat dalam pembelian senjata akan memberikan sinyal permintaan untuk industri pertahanan, rantai pasok, dan tenaga kerja. Saya memperkirakan Kongres akan tertarik dengan topik itu,” kata Elaine McCusker, mantan pejabat Pentagon.

Seorang pejabat di pemerintah mengatakan usulan anggaran pertahanan itu akan menjadi yang terbesar secara nominal, belum disesuaikan dengan inflasi. Namun, anggaran pertahanan pada pertengahan dekade 2000-an lebih tinggi jika dihitung dengan kurs dolar AS yang sekarang.

Sebagai gambaran, pada tahun fiskal 2008-2011 kala AS menerjunkan personel dan persenjataan ke Irak, anggaran Pentagon berkisar antara US$ 832-858 miliar (Rp 12.778,69-13.178,02 triliun) jika menggunakan kurs dolar AS saat ini.

(bbn)

No more pages