Logo Bloomberg Technoz

RI Punya Pembangkit Nuklir 2032, Kapasitas Disiapkan hingga 9 GW

Sultan Ibnu Affan
15 November 2023 17:00

Ilustrasi energi nuklir. (Dok: Bloomberg)
Ilustrasi energi nuklir. (Dok: Bloomberg)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memastikan akan memulai opersi komersial pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) pada 2032, lebih cepat dari target awal pada 2039.

"Pengembangan tenaga nuklir direncanakan menjadi komersial pada 2032 [dengan kapasitas 500 MW]. Lalu, kapasitasnya akan ditingkatkan hingga 9 gigawatt (GW) pada 2060," ujar Direktur Jenderal Ketenagalistrikan (Dirjen Gatrik) Kementerian ESDM Jisman P Hutajulu dalam rapat dengar pendapat bersama DPR di Kompleks Parlemen, Rabu (15/11/2023).

Jisman mengatakan rencana tersebut disusun, menyusul perkiraan kebutuhan tenaga listrik di Indonesia yang akan terus meningkat sebesar 3,6%—4,2% pada 2024 hingga 2060, yang tertuang dalam rencana umum ketenagalistrikan nasional (RUKN).

Dalam RUKN itu, dia juga mengelaborasi rencana pemerintah untuk mengembangkan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) secara masif pada 2030 melalui pemanfaatan bendungan dan waduk eksisting, yang memiliki potensi hingga 14 GW.

Lalu, pemerintah akan membangun pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP) dengan kapasitas 22 gigawatt (GW), melalui pengembangan teknologi PLTP  yang lebih modern dan pengembangan panas bumi nonkonvensional lainnya.