Logo Bloomberg Technoz

Secara paralel, dia memastikan pemerintah tetap memberi kelonggaran impor untuk memastikan pasokan bahan baku industri tidak terganggu.

“Sepanjang impor untuk kepentingan bahan baku kita akan beri relaksasi, akan beri kelonggaran. Kecuali bahan bakunya sudah tersedia dan bisa diproduksi di Indonesia, kita akan utamakan bahan baku yang tersedia dan diproduksi oleh Indonesia,” ujarnya.

Keterbatasan pasokan susu segar lokal diakui oleh Cimory. Direktur Manufacturing PT Cisarua Mountain Dairy Tbk., Pamungkas Bayu Triprasetyo. Bayu mengungkapkan perusahaan baru menyerap sekitar 20%–30% kebutuhan susunya dari peternak dalam negeri. Pasokan tersebut berasal dari Jawa Timur dan Jawa Barat.

Pamungkas mengatakan, perusahaan saat ini memproduksi sekitar 1.000 ton susu segar per bulan. Namun, perusahaan masih mengandalkan impor susu bubuk untuk memenuhi sisa kebutuhan bahan bakunya.

“Karena dari industri menyerap susu lokal itu adalah suatu kewajiban. Kebetulan kita menyerap susu sekitar 20% sampai 30% dari total kebutuhan kita. Dan itu sudah maksimal karena suplai susu segar di Indonesia cukup sangat terbatas,” kata Pamungkas.

Di sisi lain, Sarmuji juga menyoroti utilisasi industri nasional yang masih mendekati 70%. Menurutnya, peningkatan utilisasi menjadi 80%–85% berpotensi memperbesar kontribusi industri terhadap produk domestik bruto (PDB). 

Namun, upaya itu perlu ditopang ketersediaan bahan baku dalam jumlah cukup dan dengan harga kompetitif. 

Di sisi hilir, Sarmuji turut mendorong Cimory memperluas diversifikasi produk olahan susu, termasuk mengembangkan keju dengan cita rasa Indonesia dan es krim. 

"Utilisasi industri kita baru mendekati 70%, belum ideal. Kalau kita bisa maksimalkan utilisasi industri itu misalkan sampai 80%, 85% dengan yang ada saja, itu bisa meningkatkan kontribusi industri ke PDB lebih signifikan lagi," tutur dia.

(ain)

No more pages