Logo Bloomberg Technoz

Meski begitu, kelesuan ini tidak menghentikan bank dan perusahaan perdagangan besar untuk bereksperimen dengan aset digital. Yang lebih penting daripada apakah leverage akan kembali adalah apakah pasar itu sendiri telah menjadi lebih tangguh, kata Julia Zhou, presiden di market maker kripto Caladan.

“Posisi leverage senilai lebih dari US$19 miliar dilikuidasi dalam waktu 24 jam, tetapi masalah yang lebih besar adalah seberapa cepat likuiditas yang tersedia menghilang saat pasar paling membutuhkannya,” kata Zhou. Kini, meskipun para pedagang sudah lebih memahami risikonya, “pasar tetap sangat terfragmentasi, dan likuiditas masih bisa memburuk dengan cepat,” tambahnya.

Alasan mengapa pasar saat ini lebih kuat adalah karena leverage lebih rendah, bursa menawarkan aset yang kurang berkorelasi, dan beberapa platform telah memperkuat sistem likuidasi.

Sementara itu, investor belum kehilangan selera mereka untuk terus bertaruh, akan tetapi telah beralih ke bidang-bidang baru. Pasar prediksi menarik banyak orang, dan kontrak berjangka abadi atau “perps” — yang telah lama menjadi andalan perdagangan kripto — kini digunakan untuk memasang taruhan berleverage pada saham, komoditas, dan aset dunia nyata lainnya.

Dengan kata lain, beberapa mekanisme yang membantu mengubah kripto menjadi fenomena spekulatif kini menemukan kegunaan yang jauh melampaui token yang semula dirancang untuk diperdagangkan: Wall Street terus maju dengan stablecoin, tokenisasi, dan infrastruktur keuangan yang dibangun di atas teknologi blockchain.

Open interest pada perpetual futures untuk aset dunia nyata, yang hampir tidak ada setahun yang lalu, kini mencapai lebih dari US$17 miliar, menurut data DefiLlama. Sebagian besar pertumbuhan tersebut didorong oleh Hyperliquid, bursa kripto lepas pantai, yang menjadi pelopor dalam mengaitkan kontrak berjangka abadi dengan saham dan komoditas.

Pergeseran ini “jadi cermin tren pertumbuhan di kalangan orang-orang yang menginginkan imbal hasil dan penyelesaian transaksi yang berjalan tanpa henti, bukan dari orang-orang yang mengejar narasi atau memecoin yang sedang viral,” kata Adam McCarthy, kepala riset LO:TECH.

Langkah untuk meraih yieldl yang lebih tinggi telah membantu menjadikan Bitcoin sebagai aset keuangan dengan kinerja terbaik di dunia sejak diluncurkan 17 tahun lalu. Bagi para pelaku pasar kripto yang sudah lama berkecimpung, meningkatnya institusionalisasi sektor ini serta munculnya alternatif-alternatif baru—mulai dari kontrak berjangka abadi hingga taruhan olahraga—dipandang sebagai titik balik.

Dalam laporan yang dirilis minggu ini, QCP Capital menyatakan bahwa mereka memperkirakan Bitcoin akan tertahan dalam kisaran US$80.000 hingga US$90.000 pada kuartal keempat. Dasar struktural untuk kripto tetap kokoh, namun arus dana saja tidak cukup tanpa adanya katalisator yang dominan, tulis QCP Capital.

Setahun berlalu, pasar tampak sangat berbeda secara fundamental, demikian disampaikan Galaxy Digital dalam sebuah laporan pada hari Jumat. Walau upaya regulasi kripto di AS pada bulan September gagal, regulator federal tetap melanjutkan rencana untuk memperkuat perdagangan dengan pedoman mengenai penggunaan agunan dan margin.

Semua itu berarti industri yang lahir dari idealisme disruptif dan dicirikan oleh spekulasi berlebihan kini semakin terintegrasi dengan lembaga keuangan mapan yang dulu ingin digantikannya. Dan dengan kecerdasan buatan yang mendominasi imajinasi pasar, kripto menghadapi masa depan yang berbeda dari yang dibayangkan pada tahun-tahun awal boomingnya: bukan lagi pemberontakan terhadap Wall Street, melainkan bagian lain darinya.

“Sebagian besar, pasar yang ambruk pada 10 Oktober sebenarnya sudah tidak ada lagi,” tulis Lucas Tcheyan, wakil presiden bidang riset di Galaxy Digital. “Pasar yang menggantikannya baru saja mulai tercermin dalam harga.”

(bbn)

No more pages