Dilansir dari MacRumors, pada Kamis (24/9/2026), untuk menggunakan iPhone Handoff, kedua iPhone harus menjalankan iOS 27. Kemudian, terhubung ke Wi-Fi, dan menggunakan Apple Account yang sama.
Messages in iCloud juga harus aktif, sementara iMessage dan FaceTime menggunakan Apple Account yang sama. Saat menyiapkan perangkat baru, pengguna dapat masuk ke pengaturan seluler dan memilih opsi untuk menggunakan nomor pada iPhone tersebut serta iPhone lainnya.
Pada perangkat yang sudah digunakan, pengaturan dapat dilakukan melalui Settings > Cellular > Set Up Cellular atau Add eSIM.
Setelah pengaturan selesai, pengguna dapat menentukan perangkat utama dan sekunder. Ketika salah satu iPhone dibuka, nomor telepon akan aktif pada perangkat tersebut. Panggilan, pesan suara, iMessage, RCS, SMS, dan MMS akan mengikuti iPhone yang sedang aktif.
Fitur ini tidak membuat satu nomor aktif secara bersamaan pada dua iPhone. Data yang tersinkronisasi melalui iCloud tetap diperbarui di kedua perangkat.
Tetapi beberapa aplikasi pihak ketiga mungkin meminta pengguna masuk kembali. Aplikasi perbankan juga dapat meminta persetujuan tambahan.
Saat ini, iPhone Handoff didukung T-Mobile di Amerika Serikat dan Telekom di Jerman. Verizon di Amerika Serikat dan EE di Inggris dijadwalkan mendukung fitur tersebut pada akhir 2026, sementara AT&T belum memberikan komitmen dukungan.
T-Mobile mengenakan biaya US$5 per bulan atau sekitar Rp87.500 per bulan. Sementara itu, Deutsche Telekom mengenakan biaya €6,95 per bulan atau sekitar Rp142.475 per bulan.
(mef/wep)































