Logo Bloomberg Technoz

“Anak juga perlu banyak beristirahat atau bed rest, mengonsumsi makanan dan minuman yang cukup, serta diberikan obat penurun demam jika diperlukan,” kata dr. Reza.

Obat penurun demam dapat diberikan ketika anak mengalami demam, dengan penggunaan yang disesuaikan dengan dosis yang dianjurkan.

Ketua Unit Kerja Koordinasi (UKK) Infeksi Penyakit Tropik IDAI, Prof. Dr. dr. Anggraini Alam, SpA, Subsp IPT(K), menjelaskan bahwa dokter dapat mempertimbangkan pemberian obat antivirus pada kondisi tertentu.

Salah satu antivirus yang dapat digunakan adalah oseltamivir. Dosis penggunaannya perlu disesuaikan dengan usia dan berat badan anak serta pertimbangan dokter.

Apakah Influenza Membutuhkan Antibiotik?

Antibiotik tidak menjadi pengobatan utama untuk influenza karena penyakit tersebut disebabkan oleh virus. Penggunaan obat sebaiknya disesuaikan dengan kondisi dan pemeriksaan medis.

“Antibiotik tidak direkomendasikan untuk influenza karena penyakit ini disebabkan oleh virus,”

Selain obat antivirus dalam kondisi tertentu, parasetamol dapat diberikan apabila anak mengalami demam atau sakit kepala sesuai dosis yang dianjurkan.

Waspadai Komplikasi Influenza pada Anak

Meski sebagian besar kasus dapat ditangani di rumah, influenza pada anak tetap perlu dipantau. Komplikasi dapat melibatkan paru-paru, memicu serangan asma berulang, hingga berkaitan dengan gangguan pada sistem kardiovaskular.

Orang tua perlu memperhatikan perubahan kondisi anak, terutama apabila muncul gangguan pernapasan, anak sulit makan dan minum, atau terdapat tanda-tanda dehidrasi.

Sesak yang disebabkan oleh pneumonia menjadi salah satu kondisi yang memerlukan penanganan segera. Demikian pula ketika anak dicurigai mengalami dehidrasi karena tidak mampu memenuhi kebutuhan cairan dan makanan.

Cara Mencegah Penularan Influenza pada Anak

Influenza dapat menyebar melalui kontak langsung maupun tidak langsung. Virus dapat berpindah melalui percikan yang keluar ketika seseorang batuk atau berbicara.

Penularan juga dapat terjadi melalui tangan maupun permukaan benda yang telah terkontaminasi. Ponsel, laptop, dan gagang pintu menjadi beberapa contoh benda yang dapat menjadi media perpindahan virus.

Ajarkan Etika Batuk dan Cuci Tangan

Orang tua dapat membantu mengurangi risiko penularan dengan mengajarkan anak menerapkan etika batuk dan bersin. Anak yang sedang sakit juga sebaiknya menggunakan masker untuk membantu mencegah penyebaran virus kepada orang lain.

Kebiasaan mencuci tangan secara rutin juga penting. Anak perlu dibiasakan mencuci tangan dan menghindari menyentuh hidung, mata, maupun mulut dengan tangan yang belum bersih.

Perhatikan Ventilasi Ruangan

Kondisi lingkungan juga berpengaruh terhadap risiko penularan influenza. Berada di ruangan tertutup, ramai, atau dengan ventilasi yang kurang baik dapat meningkatkan risiko penyebaran virus.

Karena itu, sirkulasi udara yang baik perlu diperhatikan. Penggunaan masker ketika berada di kondisi tertentu juga dapat membantu mengurangi risiko penularan.

Vaksin Influenza Mulai Usia 6 Bulan

Petugas medis menyuntikkan vaksinasi influenza di Klinik Dermaga Raya, Jakarta, Selasa (6/1/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Selain menerapkan kebiasaan hidup bersih dan menjaga kondisi lingkungan, vaksinasi menjadi salah satu upaya pencegahan influenza pada anak.

Vaksin influenza dapat diberikan mulai usia 6 bulan dan perlu dilakukan kembali setiap tahun. Prof. Anggraini menjelaskan bahwa vaksin dapat memberikan perlindungan sekitar 40 hingga 60 persen terhadap influenza A maupun B.

Mengapa Vaksin Perlu Diulang Setiap Tahun?

Virus influenza terus mengalami perubahan sehingga vaksinasi perlu dilakukan secara berkala. Perlindungan dari vaksin juga tidak terbentuk secara langsung setelah vaksin diberikan.

“Tubuh membutuhkan waktu sekitar dua minggu untuk membentuk respons yang diharapkan,” tutur Prof. Anggraini.

Karena itu, vaksinasi tahunan menjadi salah satu langkah yang dapat dilakukan untuk membantu memberikan perlindungan terhadap influenza.

Pada akhirnya, orang tua tetap perlu memperhatikan kondisi anak ketika mengalami influenza. Istirahat yang cukup, asupan makanan dan minuman, penerapan kebersihan, penggunaan masker saat sakit, serta vaksinasi influenza mulai usia 6 bulan menjadi bagian dari upaya menjaga kesehatan anak dan mengurangi risiko penularan.

(seo)

No more pages