Logo Bloomberg Technoz

Dalam sebuah wawancara, Chief Technology Officer Andrew Bosworth mengatakan bahwa kacamata khusus audio ini telah ditambahkan ke roadmap produk perusahaan sekitar dua tahun lalu karena audio “tetap menjadi fitur paling populer pada kacamata.”

Meta Meluncurkan Ray-Ban Tanpa Kamera Seharga $349 dan Menghadirkan Fitur Muse ke Kacamata Tersebut (Bloomberg)

Menghilangkan kamera juga memungkinkan Meta untuk menurunkan harga dan bobot sekaligus memperpanjang masa pakai baterai, katanya.

Andrew Bosworth mengakui bahwa Meta “cukup  beruntung” karena sudah memiliki produk khusus audio yang sedang dikembangkan, mengingat “perbincangan seputar privasi yang sedang ramai dibahas terkait kacamata di seluruh dunia.” 

Namun, Andrew Bosworth menegaskan bahwa perdebatan publik tersebut bertolak belakang dengan apa yang dilihat perusahaan dalam hal penggunaan pelanggan, adopsi, penjualan, dan keterlibatan — yang semuanya menunjukkan “tren yang sangat, sangat positif.”

“Pengalaman pribadi saya saat berkeliling dengan kacamata ini menunjukkan bahwa orang-orang lumayan antusias terhadap produk ini,” kata Bosworth. “Namun, ada kekhawatiran yang sangat kental di dunia maya. Saya tidak mengatakan bahwa itu bukan kekhawatiran yang nyata. Kami harus menanggapinya dengan serius, dan kami memang menanggapinya dengan serius.”

Meta telah menjadikan privasi sebagai bagian utama dari kampanye pesan seputar kacamata ini sejak awal, terang Bosworth. Misalnya, lampu akan menyala untuk memberi tahu pengguna saat kacamata sedang mengambil foto atau video.

“Kami sudah mengantisipasi hal ini. Ini bukan berarti kami baru-baru ini mulai menganggapnya serius,” bela Bosworth.

Harga Rp6,2 Jutaan

Kacamata tanpa kamera ini dijual mulai dari US$349 dan dijadwalkan dikirim pada 3 Oktober. Kacamata ini akan tersedia dalam bingkai persegi panjang Burbank dari Ray-Ban dan gaya Clubmaster klasik. Dalam sebuah demo, kacamata ini terasa tidak lebih tebal atau lebih berat daripada kacamata Ray-Ban konvensional.

Model tanpa kamera ini menawarkan daya tahan baterai hingga 12 jam dengan sekali pengisian daya. Hal ini berbeda dengan kacamata Ray-Ban Meta generasi ketiga yang kini menawarkan daya tahan baterai sembilan jam, naik dari delapan jam pada model sebelumnya. Frame kacamata ini lebih ramping daripada pendahulunya, namun tetap lebih besar daripada kacamata yang hanya dilengkapi fitur audio.

Model generasi ketiga ini juga dilengkapi dengan “action button” baru yang dapat diprogram untuk melakukan tugas-tugas tertentu, seperti mengaktifkan asisten suara Muse.

Model-model yang dilengkapi kamera ini akan ditawarkan dalam tiga desain: Aviator klasik, Wayfarer yang sudah lama beredar, dan bingkai cat-eye baru bernama Zena. Seri ini juga dilengkapi sistem mikrofon yang ditingkatkan, dirancang untuk mengurangi kebisingan latar belakang saat menelepon, serta ujung gagang yang dapat disesuaikan untuk kenyamanan pemakaian yang lebih baik.

Ray-Ban generasi ketiga dijual mulai dari US$449, naik dari harga awal model generasi kedua saat ini sebesar US$379. Bosworth mengaitkan kenaikan tersebut terutama dengan inflasi dan kelangkaan komponen, meskipun kendala memori yang meluas di industri ini bukanlah faktor utama.

Walau demikian, ia mengatakan Meta harus memperhitungkan kemungkinan kenaikan biaya memori saat menetapkan harga untuk produk baru. “Anda harus merencanakan untuk menghadapi volatilitas di sekitar hal itu,” kata Bosworth dan menambahkan bahwa gangguan tersebut bisa berlanjut selama “dua, tiga, atau mungkin empat tahun.”

Sebagai bagian dari perubahan tersebut, Meta berencana memperkenalkan kacamata berlayar ke pasar internasional dan menjualnya secara online untuk pertama kalinya.

Perusahaan juga memperkenalkan model dan warna baru untuk kacamata bermerek sendiri dengan harga lebih terjangkau yang diluncurkan pada bulan Juni. Selain itu, akan ada varian baru seharga US$249 (sekitar Rp4,4 juta), turun dari harga sebelumnya sebesar US$299 (sekitar Rp5,3 juta)

Perusahaan berencana memperluas jangkauan lini produk ini ke pasar-pasar lain, termasuk Singapura dan Korea Selatan, serta akan menawarkan varian dengan harga US$399 melalui kerja sama dengan Lisa, rapper dari grup K-pop Blackpink.

Meta juga rilis Meta Nova dengan harga lebih terjangkau. David Paul Morris/Bloomberg

Seiring dengan perangkat baru tersebut, Meta mengumumkan serangkaian pembaruan software. Fitur bernama Dynamic Photos dapat mengambil beberapa gambar sekaligus, sehingga pengguna dapat memilih bingkai yang berbeda melalui aplikasi pendamping di smartphone. Pengguna juga dapat mengatur kacamata mereka untuk mengambil foto dan merekam video dalam orientasi horizontal.

Pada akhir tahun 2026, kacamata Meta akan mendukung perekaman audio spasial 360 derajat dalam format Dolby Atmos. Hal ini memungkinkan pengalaman suara yang lebih imersif saat pemutaran. Dan sebagai langkah terkait privasi, Meta berusaha untuk memproses lebih banyak data langsung di kacamata itu sendiri, alih-alih mengirimkan data ke cloud.

Meta sebelumnya telah memperkenalkan fitur alat bantu dengar yang telah disetujui oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA), mirip dengan kemampuan yang tersedia pada AirPods Pro milik Apple Inc. Meta akan mengenakan biaya US$150 untuk mengaktifkan fitur tersebut atau menyertakannya saat diluncurkan akhir tahun ini sebagai bagian dari langganan Meta One.

Perusahaan meluncurkan beberapa fitur baru untuk model kacamata dengan layar miliknya, yang diluncurkan tahun lalu di AS dengan harga US$799, meskipun tidak ada versi baru dari perangkat kerasnya. Perubahan tersebut mencakup aplikasi Explore baru yang terintegrasi dalam kacamata, yang membantu menemukan perangkat lunak kacamata berbasis web dari pihak ketiga.

Perangkat tersebut kini menampilkan petunjuk arah langkah demi langkah di layar untuk rute bersepeda maupun transportasi umum, sekaligus menyertakan opsi suara yang lebih mirip manusia. Fitur lainnya meliputi pengeditan foto langsung di kacamata, dukungan yang diperluas untuk notifikasi ponsel, serta pengelolaan acara kalender.

Kacamata dilengkapi dengan layar ini dimaksudkan sebagai langkah awal menuju kacamata augmented reality (AR) penuh di masa depan, yang dapat menampilkan informasi digital, gambar, dan video di atas dunia nyata melalui kedua lensa.

Meta sebelumnya menargetkan peluncuran perangkat tersebut tahun depan, target yang ditetapkan saat mereka memperkenalkan prototipe kacamata AR yang diberi nama Orion. Namun, Bosworth tidak mau berkomitmen pada jadwal tersebut.

Bosworth  mengatakan bahwa timnya, yang dikenal sebagai Reality Labs, memiliki apa yang ia sebut sebagai “landasan” untuk kemungkinan peluncuran tahun depan, tetapi ia tidak akan memutuskan tanggal rilis hingga perangkat tersebut “sudah matang.” 

Bosworth menyebut, “memang ada tim di sini yang dengan tegas mengatakan ya” untuk kacamata AR pada tahun 2027, namun ia tidak mau berkomitmen terhadap hal itu. “Ada banyak pertimbangan yang harus kami putuskan,” kata Bosworth.

Terlepas dari itu, perusahaan “masih terus mengembangkan AR penuh,” katanya, dan hal itu pada akhirnya akan terwujud.

(bbn)

No more pages