Menurutnya, banyak pemilik mobil maupun sepeda motor yang mendatangi SPBU hanya untuk mengisi bahan bakar sebanyak 10 hingga 20 liter, sehingga ikut memperpanjang barisan antrean.
"Bahkan ada beberapa indikasi sengaja motor dan mobil itu antre, tangkinya belum kosong sudah antre, isinya ada yang cuma 15 liter, 10 liter, 20 liter. Saya enggak ngerti apa yang terjadi di sana. Tapi kira-kira itulah faktanya," tambahnya.
Di sisi lain, Bahlil tak menampik adanya fenomena shifting atau peralihan konsumsi masyarakat dari BBM nonsubsidi ke BBM bersubsidi, termasuk di Makassar. Peralihan ini terdorong oleh lonjakan harga BBM nonsubsidi di pasaran yang membuat masyarakat mencari alternatif yang lebih murah.
"Banyak orang yang awalnya tidak memakai minyak subsidi, sekarang shifting [pindah] ke subsidi. Ini karena harganya melonjak. Itulah yang terjadi di sebagian di Makassar," kata dia.
Meski konsumsi BBM bersubsidi melonjak dan memicu antrean di beberapa wilayah, Bahlil memastikan pemerintah tetap memegang teguh komitmen untuk menjaga harga BBM bersubsidi hingga 31 Desember.
Ia menegaskan pemerintah tidak akan menaikkan harga BBM subsidi sampai akhir tahun, terlepas dari berapa pun fluktuasi harga minyak dunia saat ini.
"Sudah kita komitmenkan Bapak/Ibu semua untuk harga BBM subsidi sampai dengan 31 Desember, berapa pun harganya di dunia, tidak akan kita naikkan. Karena itu memang komitmen kita," tegasnya.
Sebelumnya, masyarakat di media sosial mengeluhkan antrean BBM yang mengular di Sulawesi Selatan, khususnya di Makassar.
Menyitir situs media lokal Makassar Info, antrean BBM mulai terjadi pada Sabtu (14/9/2026) di beberapa titik SPBU. Bahkan, antrean BBM sudah mengular sejak 04.33 WITA di SPBU Ratulangi, Makassar.
Terpisah, Polda Sulawesi Selatan menyoroti dugaan berkurangnya ketersediaan BBM dan liquefied petroleum gas (LPG) di tengah masyarakat.
Kepolisian saat ini melakukan penyelidikan untuk mendalami kemungkinan adanya praktik penyalahgunaan maupun penimbunan.
Kepolisian memastikan akan menindak pihak-pihak yang terbukti melakukan pelanggaran. Hal ini termasuk apabila ditemukan praktik penyalahgunaan maupun penimbunan BBM dan LPG yang merugikan masyarakat.
"Tentu kami tidak akan tinggal diam. Dari Ditreskrimsus Polda Sulsel tetap melaksanakan penyelidikan. Apakah ada mafia, atau tidak ada mafia nanti kita sampaikan kembali," ujar Kepala Bidang Humas Polda Sulsel Kombes Pol Didik Supranoto dalam situs resmi, Senin (7/9/2026).
Dalam informasi terbaru, PT Pertamina Patra Niaga (PPN) menyebut kondisi antrean BBM subsidi di Kota Makassar mulai landai. Dari total 45 SPBU yang melayani masyarakat, lebih dari 35 SPBU atau sekitar 80% kondisi antreannya kondusif.
Hal ini terjadi setelah Patra Niaga bersama Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan meningkatkan kapasitas pelayanan dan mengatur penyaluran BBM subsidi di lapangan.
Pjs Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Okky Aditya Wibowo mengatakan sejumlah upaya telah dilakukan, antara lain penambahan operator dan jalur pelayanan BBM subsidi di sejumlah SPBU, pengoperasian 25 SPBU selama 24 jam, serta penambahan titik penyaluran melalui SPBU Modular di Center Point of Indonesia (CPI).
Langkah-langkah tersebut dilakukan untuk menambah kapasitas pelayanan sekaligus memberikan alternatif titik pengisian bagi masyarakat.
"Dari total 45 SPBU di Kota Makassar, lebih dari 35 SPBU atau sekitar 80% sudah menunjukkan kondisi antrean yang semakin kondusif. Waktu tunggu masyarakat juga semakin singkat. Berbagai langkah yang telah kami lakukan masih terus berjalan dan kami optimalkan bersama Pemerintah Daerah agar kondisi pelayanan BBM Subsidi terus membaik," ujar Okky, melalui keterangan persnya, Senin (14/9/2026).
Selain langkah yang telah dilakukan, lanjut Okky, sejumlah upaya masih terus berjalan dan dioptimalkan. Pengoperasian SPBU selama 24 jam, penambahan operator dan jalur pelayanan, serta operasional SPBU Modular di CPI terus dipantau untuk memastikan kapasitas tambahan dapat dimanfaatkan secara optimal.
Pengaturan sistem ganjil-genap juga masih diterapkan sesuai ketentuan untuk membantu menjaga kelancaran dan ketertiban pelayanan di SPBU.
Okky juga menjelaskan Pertamina terus memastikan pelayanan BBM subsidi berjalan secara optimal dengan memperkuat kapasitas di lapangan. Pemantauan terhadap kondisi antrean juga dilakukan secara berkala untuk melihat kebutuhan di masing-masing SPBU dan menentukan penyesuaian yang diperlukan.
"Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi bersama Pemerintah Daerah akan terus melakukan evaluasi terhadap kondisi antrean dan pelayanan BBM subsidi di Kota Makassar. Upaya perbaikan dan penyesuaian akan terus dilakukan sesuai perkembangan kondisi di lapangan," tukasnya.
(smr/ros)































