Logo Bloomberg Technoz

Manajemen mengatakan pengembangan aset akan dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kesiapan operasional, ketersediaan infrastruktur, kondisi pasar, serta perizinan yang berlaku.

Strategi tersebut diharapkan dapat meningkatkan kapasitas produksi dan penjualan secara berkelanjutan sekaligus menciptakan nilai tambah bagi pemegang saham. 

Sementara itu, proses negosiasi pengambilalihan kendali SINI oleh CUAN sebelumnya telah diungkapkan pada 4 September 2026.

CUAN melalui entitas anaknya ditargetkan menjadi pemegang saham terbesar SINI sekaligus memiliki kendali atas arah, kebijakan, dan manajemen perseroan setelah rencana pengambilalihan diselesaikan.

Saat ini, penerima manfaat akhir SINI tercatat antara lain Limas Ananto, Hendrikus Yulidar Putra Karim, dan Happy Hapsoro.

CUAN sendiri sebelumnya telah memiliki hubungan bisnis dengan Happy Hapsoro melalui PT Petrosea Tbk (PTRO), yang sahamnya turut dikuasai Happy Hapsoro bersama Prajogo Pangestu. 

Dalam paparan publik terbaru, manajemen SINI juga menyatakan belum memiliki rencana aksi korporasi lain yang dapat disampaikan kepada publik.

Perseroan mengatakan tetap mengevaluasi berbagai peluang strategis yang dapat mendukung pertumbuhan usaha dan memberikan nilai tambah bagi pemegang saham. 

Apabila rencana pengambilalihan oleh Grup Prajogo Pangestu direalisasikan, SINI menyebut akan terdapat kewajiban Mandatory Tender Offer (MTO) sesuai ketentuan POJK. Harga final MTO akan ditentukan dan diumumkan kemudian sesuai ketentuan yang berlaku.

(fik/naw)

No more pages