Logo Bloomberg Technoz

John Ternus Sang Debutan

Ternus, yang menjabat sebagai chief hardware perusahaan sejak 2021, pernah menjadi host dalam acara peluncuran produk Apple sebelumnya, namun ini akan menjadi yang pertama baginya sebagai CEO. Seluruh mata akan mendengarkan dengan saksama bagaimana ia memperkenalkan diri menjelang pengumuman produk. Cara ia mempresentasikan perangkat terbaru juga akan menjadi sorotan.

Taruhannya tinggi bagi John Ternus. Di bawah kepemimpinan pendahulunya, pendapatan tahunan Apple melonjak hingga hampir setengah triliun dolar AS dan harga sahamnya naik sekitar 2.300%. Tim Cook memang tidak dikenal karena sering menambahkan kategori produk baru — dengan Apple Watch sebagai pengecualian utama — namun hasilnya berbicara sendiri.

Agar dianggap sukses, Ternus perlu mempertahankan momentum Apple sekaligus berekspansi ke ceruk-ceruk baru. Acara ini akan menjadi kesempatan pertama bagi Ternus untuk membagikan visinya. 

Sementara itu, Tim Cook akan berada di antara penonton, bukan berperan dalam presentasi. Namun, ia tetap memegang peranan penting sebagai chairman

iPhone Duo Start di Harga US$2.000

Ponsel lipat secara umum belum laku di pasaran dan memiliki beberapa kelemahan, seperti daya tahan baterai serta terkait kualitas kamera.

Garis lipatan, yang masih mencolok mata, yang terlihat saat ponsel dibuka juga menjadi kelemahan lainnya. Namun, keadaan mungkin akhirnya mulai berubah: Teknologi dan rantai pasokan telah berkembang hingga memungkinkan peningkatan ketahanan, perbaikan dari sisi lipatan, serta penyempurnaan kelemahan lainnya. Hal itu berpotensi membuat ponsel-ponsel ini menjadi populer di kalangan masyarakat umum.

Baca Juga: Intip Bocoran Warna iPhone 18 Pro

Itulah sebabnya Apple ikut terjun ke pasar ini sekarang. Tantangannya adalah menghasilkan produk yang cukup pantas dengan banderol harganya. Perangkatnya, yang disebut iPhone Duo, akan dibanderol mulai dari US$2.000.

Debut seri terbaru Galaxy Z Fold 8 dari Samsung dalam posisi terbuka dan tertutup. (Dok. Bloomberg)

Harga iPhone lipat Apple ini lebih mahal dibandingkan model pesaing dari Samsung Electronics Co. dan perusahaan lain, meskipun harga tersebut sejalan dengan target Apple untuk produk yang menggunakan komponen mahal.

Versi entry-level akan dilengkapi dengan penyimpanan 256 gigabyte (GB), sementara Apple juga menawarkan versi dengan kapasitas lebih tinggi yang harganya bisa mencapai sekitar US$3.000 (setara Rp52,6 juta).

Apple melampaui target biayanya akibat kelangkaan memori baru-baru ini, sehingga perusahaan menanggung sebagian biaya tersebut agar harga tetap berada di kisaran US$2.000. Apple pun membebankan biaya tambahan tersebut kepada konsumen yang membeli versi dengan kapasitas lebih tinggi.

(bbn)

No more pages