Logo Bloomberg Technoz

AS melancarkan serangan terbaru di dekat Pulau Kharg. dan Kota Jask. Serangan ini ditujukan untuk melumpuhkan ekonomi Negeri Persia.

Apabila harga energi terus berada di level tinggi, maka dunia belum aman dari ancaman inflasi. Ini membuat bank sentral di berbagai negara (termasuk Federal Reserve dari AS) tidak punya banyak pilihan selain mengetatkan kebijakan moneter melalui kenaikan suku bunga acuan.

Emas adalah aset yang tidak memberikan imbal hasil (non-yielding asset). Memegang emas menjadi kurang menguntungkan saat suku bunga tinggi.

Harga Emas di Pasar Spot (Sumber Bloomberg)

Analisis Teknikal

Lalu bagaimana prediksi gerak harga emas untuk hari ini, Rabu (9/9/2026)? Apakah bakal terjadi koreksi empat hari beruntun?

Secara teknikal dengan perspektif harian (daily time frame), emas tersangkut di zona bearish. Terbukti dengan Relative Strength Index (RSI) 14 hari yang sebesar 48.

RSI di bawah 50 mengindikasikan suatu aset sedang dalam posisi bearish. Namun RSI emas belum jauh di bawah 50 sehingga bisa dibilang cenderung netral.

Sementara itu, indikator Stochastic RSI 14 hari ada di 5. Jauh di bawah 20 yang berarti sudah sangat jenuh jual (oversold).

Untuk perdagangan hari ini, harga emas kemungkinan bisa bangkit. Koreksi yang sudah lumayan dalam berpotensi menciptakan technical rebound.

Cermati pivot point di US$ 4.413/troy ons. Dari sini, harga emas berpeluang mengetes resisten US$ 4.428-4.451/troy ons.

Target berikutnya ada di rentang US$ 4.471-4.4 86/troy ons. Target paling optimistis ada di US$ 4.506/troy ons.

Namun andai harga emas malah turun lagi, maka US$ 4.341/troy ons sepertinya bisa menjadi support terdekat. Jika tertembus, maka ada risiko meluncur ke arah US$ 4.336/troy ons.

(aji)

No more pages