Logo Bloomberg Technoz

Negara itu mencari pasokan alternatif—terutama dari AS—sembari memanfaatkan cadangan strategisnya guna mencegah kelangkaan dan lonjakan harga.

Nippon Yusen telah mengangkut minyak mentah AS ke Jepang dan mencatat peningkatan permintaan untuk rute tersebut, ujar Soga.

Pelanggan perusahaan pelayaran ini juga sedang menjajaki rute alternatif untuk minyak mentah Arab Saudi, termasuk melalui Laut Tengah, tambahnya.

Sejauh ini, perusahaan pelayaran tersebut dapat membebankan biaya tambahan dan waktu tempuh yang lebih lama akibat rute-rute ini kepada pelanggan, dan diskusi mengenai hal tersebut berlangsung cukup wajar, kata Soga.

Meskipun lalu lintas melalui Selat Hormuz sempat hampir terhenti total pada masa awal konflik, arus pelayaran telah pulih dalam beberapa bulan terakhir.

Menurut perkiraan para pedagang minyak, saat ini sekitar 6 juta hingga 8 juta barel minyak mentah per hari diangkut melalui jalur utama distribusi minyak dunia tersebut.

Namun, upaya diversifikasi ini kemungkinan besar tidak akan berubah meskipun selat tersebut dibuka kembali sepenuhnya, karena pentingnya untuk tidak terlalu bergantung pada Timur Tengah kini telah disadari, ujar Soga.

Nippon Yusen juga tengah mencermati risiko yang terkait dengan titik-titik krusial pelayaran (chokepoints), termasuk Terusan Panama, Terusan Suez, dan Selat Taiwan, katanya.

Penekanan lebih besar akan diberikan pada aspek risiko geopolitik dalam rencana bisnis jangka panjang berikutnya, tambah Soga.

Sementara itu, CEO tersebut menyatakan bahwa pengiriman gas alam cair atau liquefied natural gas  (LNG) sebagian besar tetap berjalan seperti biasa, mengingat ketergantungan Jepang yang relatif rendah terhadap Timur Tengah untuk pasokan bahan bakar bersuhu sangat rendah tersebut.

(bbn)

No more pages