Logo Bloomberg Technoz

Dengan berlanjutnya pertumbuhan lapangan kerja, para pejabat The Fed kini memusatkan perhatian pada stabilitas harga—sisi lain dari mandat ganda bank sentral tersebut. Selama bertahun-tahun, inflasi terus bertahan jauh di atas target 2% yang ditetapkan The Fed.

Laporan ketenagakerjaan ini akan menjadi penutup pekan yang sibuk dalam kalender data ekonomi AS, termasuk rilis survei lowongan kerja dan pergantian tenaga kerja bulan Juli dari BLS pada hari Selasa.

Kata Ekonom Bloomberg

"Pidato bernada hawkish Warsh di Jackson Hole meningkatkan kemungkinan kenaikan suku bunga pada bulan September, serta mengubah cara kita menafsirkan data yang akan dirilis pekan depan. Laporan ketenagakerjaan bulan Agustus tetap menjadi rilis utama, namun hasil yang diperkirakan kurang impresif mungkin tidak akan berdampak sebesar biasanya. Warsh menggambarkan kondisi pasar tenaga kerja dalam keadaan sehat dan menunjukkan bahwa melambatnya penambahan lapangan kerja sering kali disebabkan oleh faktor demografi, bukan karena perekonomian yang sedang merosot."

--Anna Wong, Andrew Sacher & Eliza Winger-- 

Menyusul komentar Warsh—yang cukup untuk meningkatkan peluang kenaikan suku bunga pada pertemuan kebijakan The Fed bulan September hingga di atas 50%—para investor akan mencari petunjuk mengenai inflasi dari dua laporan industri pada pekan mendatang.

Institute for Supply Management akan merilis survei manufaktur pada hari Selasa, diikuti oleh survei sektor jasa pada hari Kamis. Keduanya mencakup indikator harga yang dibayarkan untuk bahan baku.

Kanada juga akan menghadapi pekan yang sibuk, dengan keputusan suku bunga Bank of Canada pada hari Rabu—diperkirakan tidak ada perubahan—diikuti oleh data perdagangan internasional pada hari Kamis dan data pasar tenaga kerja pada hari Jumat.

Situasi ini dibayangi oleh kegagalan perundingan perdagangan Kanada-AS yang diwarnai ketegangan serta rencana penerapan tarif baru dari kedua belah pihak. Belum ada tanda-tanda perundingan akan dilanjutkan dalam waktu dekat.

Di tempat lain, peningkatan inflasi zona euro, kemungkinan kenaikan suku bunga di Selandia Baru, dan pertemuan menteri keuangan G20 di Asheville, Carolina Utara, mungkin menjadi sorotan utama.

Asia

Keputusan bank sentral Selandia Baru dan Malaysia akan menjadi sorotan utama saat para pembuat kebijakan menilai dampak krisis Timur Tengah, ketegangan tarif yang kembali muncul, serta gambaran pertumbuhan regional yang tidak merata dan semakin dipengaruhi oleh lonjakan kecerdasan buatan (AI).

Reserve Bank of New Zealand mungkin akan kembali melakukan pengetatan moneter pada hari Rabu seiring dengan terus merambatnya dampak lonjakan harga bahan bakar ke dalam perekonomian. Namun, permintaan yang lesu—terlihat dari melambatnya sektor ketenagakerjaan, penjualan ritel, dan penyaluran kredit perumahan—mungkin membuat para pembuat kebijakan menahan diri sejenak.

Bank Negara Malaysia akan mengambil keputusan pada hari Kamis dan kemungkinan besar akan mempertahankan suku bunga tetap. Malaysia merupakan salah satu negara dengan kinerja terbaik di kawasan ini; subsidi energi menjaga inflasi tetap terkendali, sementara sektor AI yang berkembang pesat mendorong pertumbuhan ekonomi yang kuat.

Negara-negara Asia lainnya lebih rentan karena ketidakpastian mengenai kesepakatan damai AS-Iran terus memicu kekhawatiran akan tingginya biaya energi. Korea Selatan dan Filipina, yang keduanya merupakan importir minyak dalam jumlah besar, masing-masing akan merilis data inflasi pada hari Rabu dan Jumat.

Sementara itu, India akan merilis data PDB kuartal kedua pada hari Senin. Pertumbuhan diperkirakan sedikit melambat namun tetap berada di angka yang kuat sebesar 7,3%, dengan sektor konsumsi dan jasa yang tetap bertahan di tengah tekanan harga.

Data PDB Australia akan dirilis pada hari Rabu, di mana suku bunga yang lebih tinggi dan penurunan sektor perumahan yang semakin dalam menjadi faktor penghambat pertumbuhan.

Terakhir, indikator sektor manufaktur akan memberikan gambaran mengenai kondisi kesehatan ekonomi kawasan ini. China mengawali pekan dengan rilis data PMI resmi pada hari Senin, diikuti oleh serangkaian survei manufaktur bulan Agustus pada hari Selasa yang mencakup Jepang, Korea Selatan, Indonesia, Malaysia, Filipina, Thailand, dan Taiwan. Data PMI manufaktur RatingDog dari China juga dijadwalkan akan dirilis.

Data-data tersebut akan memberikan gambaran mengenai bagaimana para pelaku industri manufaktur di Asia menghadapi kembali munculnya ketegangan terkait tarif, di saat permintaan yang terkait dengan kecerdasan buatan (AI) terus menopang kinerja di sebagian wilayah kawasan tersebut.

Ekspor Korea Selatan bulan Agustus akan menjadi barometer penting bagi siklus teknologi, khususnya permintaan semikonduktor.

Eropa, Timur Tengah, Afrika

Inflasi kawasan Eropa kemungkinan melonjak pada bulan Agustus ke tingkat tercepat sejak 2023, sehingga terus menekan para pembuat kebijakan untuk menaikkan suku bunga. Harga konsumen diperkirakan naik 3,3% dibandingkan tahun sebelumnya, menurut nilai tengah dari 31 perkiraan untuk data yang akan dirilis pada hari Selasa.

Hasil tersebut menyusul data hari Jumat yang menunjukkan inflasi Spanyol melonjak hingga lebih dari dua kali lipat target 2% Bank Sentral Eropa (ECB), sementara angka inflasi Prancis juga melampaui perkiraan.

Jerman akan mengawali rangkaian rilis data pada hari Senin, dengan perkiraan kenaikan harga tahunan sebesar 3,1%—laju tercepat sejak awal 2024. Angka inflasi Italia yang akan dirilis hari Selasa diperkirakan mencapai 3,4%, yang akan menjadi tingkat tertinggi di negara tersebut dalam hampir tiga tahun terakhir.

Masih dari Jerman, data pesanan pabrik untuk bulan Juli akan dirilis pada hari Jumat, dan para ekonom memprediksi kenaikan selama tiga bulan berturut-turut.

Hanya sedikit agenda penampilan publik yang dijadwalkan bagi para pembuat kebijakan ECB; setelah hari Rabu, mereka akan memasuki masa tenang (*quiet period*) menjelang pertemuan kebijakan pada minggu berikutnya.

Laporan inflasi terbaru Swiss dijadwalkan rilis pada hari Kamis, dengan perkiraan kenaikan tipis ke angka 0,5% oleh para ekonom. Angka tersebut masih berada dalam kisaran target 0–2% yang ditetapkan Bank Nasional Swiss, serta di bawah perkiraan bank tersebut untuk kuartal saat ini.

Di Inggris, Gubernur Bank of England Andrew Bailey dijadwalkan berbicara di London pada hari Jumat, bersamaan dengan rilis laporan Decision Maker Panel milik institusi tersebut yang memuat ekspektasi inflasi perusahaan.

Di Timur Tengah, data hari Senin diperkirakan menunjukkan ekonomi Turki tumbuh sebesar 2,5% secara tahunan dan 1% secara kuartalan pada kuartal kedua, yang mengindikasikan pemulihan kuat di tengah tingginya suku bunga.

Pada hari Kamis, inflasi Turki diperkirakan melandai ke angka 31,6% pada bulan Agustus, sementara tingkat inflasi bulanan mungkin turun di bawah 2%. Rilis data ini mendahului keputusan suku bunga bank sentral pada 10 September, saat para pembuat kebijakan mungkin mempertimbangkan pemangkasan biaya pinjaman lebih lanjut.

Di Israel, bank sentral kemungkinan akan melakukan pemangkasan suku bunga untuk ketiga kalinya secara berturut-turut pada hari Selasa, menjadi 3,25%. Meski demikian, sejumlah ekonom melihat adanya alasan untuk menunda perubahan kebijakan. Citigroup berpendapat bahwa "tanpa adanya urgensi," para pembuat kebijakan mungkin memilih untuk mempertahankan suku bunga di tingkat saat ini.

Amerika Latin

Brasil akan menjadi sorotan kawasan dengan dirilisnya data ekonomi terbaru, termasuk angka Produk Domestik Bruto (PDB) kuartal kedua menjelang pemilihan umum bulan Oktober yang diprediksi akan berlangsung sengit.

Angka PDB yang akan dirilis hari Selasa diperkirakan menunjukkan bahwa ekonomi terbesar di Amerika Latin tersebut kehilangan sebagian momentumnya pada kuartal kedua, seiring dengan dampak suku bunga tinggi (dua digit) yang menghambat pertumbuhan.

Bloomberg Economics memproyeksikan pertumbuhan kuartalan sebesar 0,4%; angka ini dapat memperkuat argumen untuk kembali memangkas suku bunga pada bulan September setelah inflasi melandai ke kisaran target awal bulan ini. Namun, hal ini juga menjadi peringatan bagi Presiden Luiz Inacio Lula da Silva, mengingat upayanya untuk memacu ekonomi tampak tersendat di tengah upayanya untuk terpilih kembali.

Sehari sebelumnya, bank sentral Brasil akan merilis data keseimbangan anggaran dan rasio utang terhadap PDB. Angka-angka ini menarik perhatian investor yang mencemaskan bagaimana pemerintahan berikutnya akan menangani kondisi keuangan publik negara yang kian memburuk.

Data produksi industri pada hari Rabu akan memberikan gambaran tambahan mengenai kekuatan ekonomi Brasil. Data neraca perdagangan bulan Agustus dijadwalkan rilis pada hari Jumat; ini merupakan data lengkap pertama setelah tarif baru AS untuk berbagai komoditas mulai berlaku pada akhir Juli.

Di wilayah lain, Cile akan merilis sejumlah data statistik pada hari Senin, termasuk total produksi industri dan tembaga untuk bulan Juli. Negara ini juga akan merilis data aktivitas ekonomi bulanan pada hari Selasa, setelah PDB secara tak terduga stagnan pada kuartal kedua.

Peru akan melaporkan data inflasi bulan Agustus pada hari Selasa, dengan angka tahunan diperkirakan kembali naik melampaui target bank sentral.

Para pembuat kebijakan mempertahankan suku bunga tetap pada awal bulan ini dengan asumsi bahwa lonjakan inflasi hanya bersifat sementara, namun fenomena iklim El Nino kini menambah kekhawatiran mengenai prospek ekonomi ke depan.

(bbn)

No more pages