Logo Bloomberg Technoz

Dengan beroperasinya Fase 1B, LRT Jakarta akan memiliki lintasan sepanjang sekitar 12,2 kilometer dari Kelapa Gading hingga Manggarai dengan total 11 stasiun. Lima stasiun baru berada di sepanjang jalur Velodrome—Manggarai, yakni Pemuda Rawamangun, Pramuka BPKP, Pasar Pramuka, Matraman, dan Manggarai.

Berawal dari LRT Kelapa Gading-Velodrome

Pembangunan LRT Jakarta dimulai melalui Fase 1A yang menghubungkan Kelapa Gading dengan Velodrome. Proyek sepanjang sekitar 5,8 kilometer tersebut mulai dibangun pada 2016 dan memiliki enam stasiun.

LRT Jakarta Fase 1A kemudian beroperasi penuh pada 1 Desember 2019. Pada saat yang sama, pemerintah telah menyiapkan pengembangan jalur lanjutan untuk memperpanjang layanan menuju kawasan pusat Jakarta, termasuk rencana pembangunan jalur Velodrome—Manggarai.

Rencana tersebut masuk dalam pengembangan LRT fase II. Pada 2019, pemerintah bahkan telah melakukan sejumlah persiapan untuk pembangunan fase lanjutan, termasuk soil testing untuk trase yang direncanakan.

Namun, pembangunan LRT menuju Manggarai tidak langsung dilanjutkan. Rencana fase II mengalami perubahan dan koridor Velodrome—Manggarai sempat dibatalkan. Pembangunan jalur tersebut kemudian tertunda meski sebelumnya sudah masuk dalam rencana pengembangan LRT Jakarta.

Kemudian, rencana pembangunan jalur Velodrome-Manggarai kembali dilanjutkan pada 2022. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta kembali memasukkan proyek tersebut dalam rencana pembangunan LRT dan menyiapkan kebutuhan pendanaan serta pengerjaannya.

Pada November 2022, DPRD DKI Jakarta menyetujui penyertaan modal daerah atau PMD sebesar Rp442 miliar kepada PT Jakarta Propertindo atau Jakpro untuk mendukung pembangunan LRT Fase 2A Velodrome—Manggarai.

Setelah proses persiapan tersebut, pembangunan fisik LRT Jakarta Fase 1B Velodrome-Manggarai resmi dimulai pada 30 Oktober 2023. Proyek ini kemudian ditargetkan selesai dan dapat beroperasi pada 2026.

Pembangunan berlangsung sejak 2023

LRT Jakarta Fase 1B dibangun sepanjang sekitar 6,4 kilometer dengan lima stasiun. Jalur ini menjadi perpanjangan dari Stasiun Velodrome hingga Stasiun Manggarai.

Pembangunan mencakup struktur jalur layang, stasiun, rel, sistem persinyalan, kelistrikan, serta fasilitas pendukung operasional. Konstruksi dilakukan secara bertahap di sepanjang trase Velodrome—Manggarai.

Salah satu pekerjaan yang membutuhkan penanganan khusus berada di kawasan Manggarai. Jalur LRT harus melintasi area Double-Double Track atau DDT yang merupakan bagian dari jaringan kereta api eksisting.

Konstruksi di kawasan tersebut dilakukan dengan tetap memperhatikan operasional kereta api. Pemasangan girder menjadi salah satu pekerjaan utama sebelum seluruh struktur jalur LRT tersambung.

Pada 2026, pekerjaan konstruksi memasuki tahap penyelesaian struktur jalur. Jakpro kemudian menyelesaikan pemasangan girder terakhir di area DDT Manggarai.

Dengan terpasangnya girder terakhir tersebut, seluruh struktur jalur layang LRT Jakarta Fase 1B Velodrome—Manggarai tersambung 100 persen.

Hingga pekan keempat Juni 2026, progres pembangunan Fase 1B telah mencapai 94,061%. Setelah struktur jalur tersambung, pekerjaan berlanjut pada penyelesaian fasilitas dan sistem pendukung operasional.

Masuk tahap akhir sebelum beroperasi

Memasuki Agustus 2026, pembangunan LRT Jakarta Fase 1B telah berada pada tahap akhir. Pekerjaan konstruksi fisik telah diselesaikan, sementara pengujian dilakukan untuk memastikan kesiapan sistem sebelum layanan dibuka untuk masyarakat.

Pada 24 Agustus 2026, Pramono meninjau sekaligus melakukan uji coba perjalanan LRT dari kawasan Velodrome menuju Manggarai. Dalam peninjauan tersebut, Pemprov DKI menyatakan jalur LRT Jakarta sepanjang 12,2 kilometer telah rampung secara fisik.

Pengujian oleh Kementerian Perhubungan menjadi salah satu tahapan terakhir sebelum operasional. Setelah proses tersebut selesai, pemerintah menargetkan LRT Kelapa Gading—Manggarai diresmikan pada 26 Agustus 2026.

(ain)

No more pages