Sementara indeks saham LQ45 yang berisikan saham-saham unggulan juga tercatat di zona hijau, dengan penguatan 1,35% di posisi 614,68.
Saham–saham LQ45 yang tercatat menguat harganya adalah saham PT Vale Indonesia Tbk (INCO) menguat 5,61%, saham PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) melesat 3,83%, dan saham PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) berhasil mencatat kenaikan 3,33%.
Senada, tren bullish juga terjadi pada saham LQ45 berikut, saham PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) melejit 3,13%, saham PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK) melonjak 2,94%, dan saham PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) menguat 2,82%.
Adapun penguatan IHSG dan sejumlah saham big caps terdorong keputusan Bank Sentral AS Federal Reserve yang mempertahankan suku bunga tetap di level 3,5%–3,75% sesuai seperti yang diestimasikan pasar. Hal ini menghilangkan sebagian kecemasan tentang kemungkinan kenaikan suku bunga, menopang sentimen untuk cenderung risk–on, biarpun nilai transaksi perdagangan saham masih terbatas.
Panin Sekuritas menyebut, risk appetite pasar masih cenderung redup, tertekan oleh sentimen mengenai pelemahan nilai tukar rupiah diiringi menguatnya Indeks dolar AS, pencalonan Gubernur BI selanjutnya, keterbatasan kapabilitas fiskal pemerintah daerah, tightening cycle BI Rate yang masih berjalan, hingga risiko inflasi imbas El Nino.
“Selain itu, investor juga tetap bersikap hati-hati setelah The Fed mempertahankan sikap kebijakan higher–for–longer setelah memutuskan untuk hold rate di 3,5%–3,75% pada FOMC Juli 2026,” terang Panin Sekuritas dalam catatan terbarunya.
(fad)































