Sebagai tanda volatilitas yang terus berlanjut, saham produsen memori terbesar di dunia ini naik hingga 4,1% sebelum turun 1,9% di Seoul pada hari Kamis.
Keterbatasan pasokan memori diperkirakan akan terus berlanjut, meskipun telah dilakukan upaya untuk meningkatkan produksi, karena tingginya permintaan server data AI akan memori bandwidth tinggi (HBM) dan penyimpanan yang mendorong permintaan, demikian pernyataan perusahaan tersebut.
Bisnis foundry juga mulai menunjukkan perkembangan positif, kata perusahaan itu, meskipun bisnis seluler dan jaringan mereka melaporkan kerugian.
Bisnis DRAM Samsung makin mempertegas kepemimpinannya dalam pangsa pasar, kata MS Hwang, direktur riset di Counterpoint. “Samsung memanfaatkan posisinya yang kuat di bidang memori untuk secara agresif merebut pangsa pasar di sebagian besar unit bisnisnya,” ujar dia.
Awal pekan ini, laba operasi SK Hynix dilaporkan naik 557% menjadi rekor 60,5 triliun won, namun angka tersebut masih di bawah ekspektasi. Meskipun mencatatkan laba rekor, saham produsen chip telah anjlok dalam beberapa pekan terakhir.
Meningkatnya tingkat utang di perusahaan-perusahaan teknologi membebani pikiran para investor, sementara meningkatnya leverage yang terkait dengan Samsung dan SK Hynix — dua saham paling berharga di Korea Selatan — semakin memperparah volatilitas.
Penurunan harga saham kedua produsen chip ini jadi cerminan ekspektasi yang sangat tinggi seputar pilar-pilar industri AI, sekaligus kekhawatiran yang semakin meningkat bahwa perusahaan teknologi besar seperti Meta Platforms Inc. sedang membangun lebih banyak pusat data daripada yang mereka butuhkan.
Kontrak jangka panjang telah menjadi hal yang lazim bagi produsen chip. Hal ini menjadi sebuah langkah yang menunjukkan kekuatan penetapan harga yang semakin besar sekaligus memberikan bantalan terhadap penurunan pasar.
SK Hynix menyatakan telah menyelesaikan perjanjian jangka panjang dengan sekitar 10 pelanggan, sementara Samsung mengumumkan kontrak senilai lebih dari US$200 miliar untuk memasok chip kepada Broadcom Inc. hingga tahun 2030.
Perjanjian tersebut akan berfokus pada teknologi proses 2-nanometer dan teknologi proses canggih Samsung untuk produk-produk Broadcom, memperluas kolaborasi kedua perusahaan di bidang teknologi memori dan foundry. Samsung mengatakan bahwa mereka menargetkan pendapatan dua digit dalam operasi foundry-nya.
Produsen memori perlu mengikat perjanjian kontrak multiyear dengan harga yang ditetapkan pada tingkat tinggi untuk mempertahankan valuasi, kata Jeremy Tan, chief executive officer Tiger Fund Management di Singapura. “Acuan ke depan dalam hal harga — dalam hal kewajiban kontrak — bahkan lebih penting.”
(bbn)






























