Logo Bloomberg Technoz

Laba United Tractors (UNTR) Anjlok 88% di Semester I-2026

Cahya Puteri Abdi Rabbi
30 July 2026 10:05

Para siswa belajar permesinan di institusi vokasi United Tractors di Jakarta. (Muhammad Fadli/Bloomberg)
Para siswa belajar permesinan di institusi vokasi United Tractors di Jakarta. (Muhammad Fadli/Bloomberg)

Bloomberg Technoz, Jakarta - PT United Tractors Tbk (UNTR) mencatatkan penurunan tajam laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk pada semester I-2026. Laba bersih UNTR merosot 88,2% menjadi Rp956,28 miliar hingga Juni 2026, dari sebesar Rp8,13 triliun pada periode yang sama tahun lalu.

Penurunan laba terjadi seiring melemahnya pendapatan yang pada periode ini turun 15% menjadi Rp58,29 triliun dari Rp68,53 triliun pada semester I-2025. UNTR menjelaskan bahwa penurunan pendapatan terutama dipicu oleh lebih rendahnya penjualan emas di PT Agincourt Resources serta melemahnya kinerja segmen alat berat dan pertambangan batu bara termal maupun metalurgi sebagai dampak alokasi Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) batu bara nasional 2026 yang lebih rendah. 

Dari sisi operasional, penjualan alat berat Komatsu turun 27% menjadi 1.994 unit, terutama akibat penurunan penjualan alat berat berkapasitas besar di sektor pertambangan. Pendapatan bersih segmen alat berat juga turun 28% menjadi Rp15 triliun. 


Sementara itu, pendapatan bisnis kontraktor penambangan justru meningkat 4% menjadi Rp27,2 triliun, terutama didorong penguatan kurs dolar AS. Di bisnis pertambangan batu bara termal dan metalurgi, pendapatan turun 4% menjadi Rp12,9 triliun, sedangkan pendapatan bisnis emas dan mineral lainnya anjlok 66% menjadi Rp2,4 triliun akibat penurunan penjualan emas sebesar 82%. 

Dari sisi neraca, total aset United Tractors meningkat menjadi Rp179,06 triliun hingga akhir Juni 2026 dari Rp177,64 triliun pada akhir 2025. Total liabilitas naik menjadi Rp77,31 triliun dari Rp74,50 triliun, sedangkan total ekuitas turun menjadi Rp101,75 triliun dari Rp103,14 triliun. Kas dan setara kas juga menyusut menjadi Rp18,65 triliun dari Rp26,57 triliun pada akhir tahun lalu.