Logo Bloomberg Technoz

“Bagi sebagian rumah tangga, bisnis, dan pelaku pasar profesional, lima tahun inflasi tinggi telah meninggalkan kesan keliru—yang sulit dihilangkan—bahwa target inflasi implisit The Fed entah bagaimana berada di atas 2%,” ujar Warsh kepada para wartawan setelah keputusan tersebut.

“Izinkan saya menegaskan kembali: Tidak ada target inflasi yang longgar,” tambahnya. 

“Tidak ada target implisit yang longgar, tidak di bawah kepemimpinan komite ini.”

Pemungutan suara tersebut menandai kelima kalinya berturut-turut para pejabat memilih untuk membiarkan suku bunga tidak berubah. Namun, suara penolakan tersebut mengisyaratkan bahwa hal itu bisa menjadi lebih menantang bagi Warsh, yang mulai memimpin pada bulan Mei, untuk terus mempertahankan keputusan tersebut jika kekhawatiran terhadap inflasi semakin meningkat.

Meskipun The Fed sebelumnya bertekad untuk mengembalikan inflasi ke target 2%, Warsh belum secara tegas menyatakan bahwa ia akan menaikkan suku bunga. Sebagai tanggapan atas pertanyaan dari para wartawan pada hari Rabu, ia sedikit mendekati langkah tersebut.

“Jika inflasi terus tinggi sepanjang periode perkiraan, suku bunga sangat mungkin menjadi bagian dari solusi tersebut, tetapi saya tidak akan mengatakan hal itu dilakukan secara terisolasi,” ujarnya.

Ketika ditanya mengapa The Fed tidak menaikkan suku bunga hari ini, ia mengatakan bahwa suku bunga pasar telah meningkat sejak pertemuan kebijakan terakhir mereka, yang mengindikasikan bahwa para investor turut melakukan sebagian pekerjaan bank sentral. Ia mengaitkan hal tersebut dengan keputusannya sendiri untuk mengurangi panduan (guidance) yang biasanya diberikan oleh The Fed mengenai potensi pergerakan suku bunga di masa depan.

“Pasar telah mengambil keputusan karena kami sebagian menarik diri dari upaya untuk memengaruhi hal tersebut,” ujarnya. 

“Penilaian pasar telah meningkat mengenai berapa suku bunga nominal di seluruh kurva obligasi Treasury.”

Tekanan yang Semakin Besar

Sebelum pertemuan tersebut, beberapa pejabat menyatakan bahwa kebijakan telah berada pada posisi yang tepat, namun juga mengisyaratkan bahwa mereka dapat mendukung kenaikan suku bunga jika tekanan harga tidak segera mereda. Ukuran inflasi pilihan The Fed telah mengalami percepatan dalam beberapa bulan terakhir, mencapai 3,4% dalam basis tahunan hingga bulan Mei. Para pejabat akan mendapatkan data inflasi terbaru pada hari Kamis.

Data inflasi bulan Juni yang lebih lemah dari perkiraan sedikit meredakan tekanan bagi para pembuat kebijakan untuk menaikkan suku bunga minggu ini. Harga konsumen AS turun pada bulan lalu untuk pertama kalinya dalam enam tahun seiring penurunan harga bensin di tengah jeda konflik Iran. Laporan terpisah menunjukkan bahwa harga produsen juga naik lebih rendah dari perkiraan pada bulan lalu.

Namun, para pejabat tetap menghadapi tekanan harga yang semakin meningkat setelah eskalasi ulang perang yang membuat minyak mentah Brent melonjak melampaui US$100 per barel. Meskipun harga minyak kembali turun dalam beberapa hari terakhir, Brent tetap berada di kisaran US$90 pada Rabu pagi.

Hasil voting para pejabat The Fed. (Sumber: Federal Reserve)

Ketidakpastian seputar konflik tersebut, dikombinasikan dengan gelombang tarif baru dan ledakan permintaan yang didorong oleh AI, telah menambah kekhawatiran bahwa inflasi dapat tetap tinggi untuk jangka waktu yang lebih lama.

Sementara itu, pasar tenaga kerja mencatat pertumbuhan kesempatan kerja yang moderat namun stabil selama berbulan-bulan serta tingkat pengangguran yang stabil.

Pernyataan pascapertemuan The Fed mengulangi bahwa aktivitas ekonomi berkembang dengan "laju yang solid," dan kembali mencatat bahwa investasi modal serta pertumbuhan produktivitas berada dalam kondisi yang kuat. Para pejabat juga terus mengkarakterisasi inflasi sebagai hal yang tinggi relatif terhadap target 2% bank sentral.

Beberapa ekonom memperkirakan sebelum pertemuan bahwa Warsh mungkin akan mengejutkan para investor dengan mendukung kenaikan suku bunga. Perhitungan harga pada kontrak berjangka Federal Funds sempat menempatkan peluang tersebut hingga 40% pada hari-hari menjelang pertemuan.

(bbn)

No more pages