Sejumlah saham emiten emas yang menempati jajaran top losers:
- Bumi Resources Minerals (BRMS) melemah 10% di posisi Rp575
- Archi Indonesia (ARCI) melemah 6,54% di posisi Rp1.000
- Indika Energy (INDY) melemah 5,93% di posisi Rp2.060
- J Resources Asia Pasifik (PSAB) melemah 2,84% di posisi Rp410
- Merdeka Copper Gold (MDKA) melemah 2,82% di posisi Rp2.760
- Hartadinata Abadi (HRTA) melemah 2,43% di posisi Rp2.000
- Aneka Tambang (ANTM) melemah 2,09% di posisi Rp2.810
- United Tractors (UNTR) melemah 1,88% di posisi Rp22.075
- Merdeka Gold Resources (EMAS) melemah 1,45% di posisi Rp6.800
Daftar saham LQ45 yang melemah hingga menekan IHSG:
- Bumi Resources (BUMI) melemah 10,1% di posisi Rp173
- Petrindo Jaya Kreasi (CUAN) melemah 5,11% di posisi Rp650
- Amman Mineral Internasional (AMMN) melemah 4,77% di posisi Rp3.590
- Merdeka Battery Materials (MBMA) melemah 4,67% di posisi Rp510
- Alamtri Minerals Indonesia (ADMR) melemah 4,59% di posisi Rp1.455
Harga Emas Turun, Dekati US$4.000/Troy Ons
Siang hari ini di pasar spot, harga emas menyentuh US$4.074/troy ons. Melemah 1,08%.
Menebalnya keyakinan pelaku pasar terhadap arah kebijakan moneter global yang cenderung ketat menjadi sentimen negatif bagi sang logam mulia.
Mengutip Panin Sekuritas dalam catatannya, investor mencermati risiko kenaikan suku bunga AS setelah The Fed mempertahankan sikap hawkish dengan semakin banyak pelaku pasar yang memperkirakan kenaikan suku bunga dapat terjadi pada September.
Deutsche Bank AG dan BofA Global Research merevisi prediksi mereka, yang saat ini memasukkan kenaikan suku bunga acuan di Amerika Serikat (AS) pada September tahun ini.
“Perubahan proyeksi atas kebijakan Federal Reserve akibat masih kuatnya data ekonomi AS menjadi faktor utama yang membuat harga emas turun,” tulis catatan Deutsche Bank, seperti yang dilaporkan Bloomberg News.
Deutsche Bank turut menegaskan estimasinya, tidak ada penurunan Fed Funds Rate untuk tahun ini.
Emas adalah aset yang tidak memberikan imbal hasil (non–yielding asset). Memegang emas menjadi tidak menguntungkan saat suku bunga tinggi.
(fad/aji)




























