Mengingat Raja Vajiralongkorn hingga kini belum menunjuk penerus takhta secara resmi, sejumlah pengamat sempat menilai Putri Bajrakitiyabha sebagai calon kuat pewaris takhta. Jika hal itu terjadi, ia berpotensi menjadi mendiang ratu atau penguasa monarki perempuan pertama dalam sejarah negara Asia Tenggara tersebut.
Putri Ahli Hukum
Putri Bajrakitiyabha merupakan anak tertua dari tujuh bersaudara dari tiga pernikahan Raja Vajiralongkorn sebelumnya, sebelum sang raja menikah dengan istrinya yang keempat saat ini, Ratu Suthida. Putri Bajrakitiyabha sendiri merupakan anak tunggal dari hasil pernikahan Vajiralongkorn dengan sepupu sekaligus istri pertamanya, Putri Soamsawali.
Sang putri juga merupakan cucu perempuan pertama dari mendiang Raja Bhumibol Adulyadej—yang tercatat sebagai penguasa monarki dengan masa jabatan terlama ketiga di dunia setelah Louis XIV dari Prancis dan Ratu Elizabeth II—serta Ratu Sirikit, yang telah wafat tahun lalu.
Sering dijuluki oleh media lokal sebagai "sang putri ahli hukum," Bajrakitiyabha mengantongi gelar doktor di bidang hukum dari Cornell University, Amerika Serikat, dan merupakan seorang advokat berkualifikasi resmi di Thailand. Pada tahun 2006, lembaga The Bajrakitiyabha Fund for Legal Education didirikan atas namanya untuk memberikan beasiswa bagi para mahasiswa Thailand yang ingin menempuh studi hukum di almamaternya tersebut.
Peran dan Pengabdian di Kerajaan
Sejak awal tahun 2000-an, Putri Bajrakitiyabha telah mengemban berbagai peran penting di sektor publik Thailand. Salah satu kiprahnya yang paling menonjol adalah saat ia dipercaya menjadi Duta Besar Thailand untuk Austria. Pada periode yang sama, ia juga menjabat sebagai perwakilan resmi Thailand untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan sejumlah organisasi internasional lainnya di Wina.
Di dalam negeri, ia mengabdi di Kantor Jaksa Agung Thailand serta ditunjuk sebagai duta persahabatan untuk UN Women dan Kantor PBB untuk Urusan Narkoba dan Kejahatan (UNODC).
Semasa hidupnya, sang putri memiliki kepedulian yang sangat tinggi terhadap reformasi institusi pemasyarakatan, dengan fokus khusus pada kesejahteraan narapidana perempuan. Ia memprakarsai proyek kerajaan bertajuk Kamlangjai (atau Inspirasi) yang bertujuan untuk mendampingi para perempuan dan anak-anak di dalam penjara, sekaligus mempersiapkan mereka untuk kembali diterima oleh masyarakat.
Tak hanya itu, Putri Bajrakitiyabha juga memimpin kampanye advokasi Thailand yang akhirnya berhasil mendorong Majelis Umum PBB untuk mengadopsi Aturan Bangkok (The Bangkok Rules) pada tahun 2010, sebuah pedoman internasional yang ditujukan untuk meningkatkan kualitas hidup para tahanan perempuan.
Pada tahun 2021, sang raja menganugerahinya pangkat Jenderal Angkatan Darat. Kemudian pada Agustus 2025, meski dalam kondisi masih dirawat di rumah sakit, ia secara resmi ditunjuk sebagai wakil komandan Komando Keamanan Kerajaan, yang merupakan pasukan pengawal pribadi sang raja.
(bbn)





























