Siri hasil pembaruan dapat memungkinkan pengguna mengontrol aplikasi dari Apple dan pihak ketiga secara presisi melalui suara. Semua fitur baru tersebut direncanakan akan tersedia pada awal 2025.
Pada musim semi tahun lalu, Apple menunda peluncuran hingga 2026. Apple kemudian tidak pernah mengumumkan jadwal yang lebih spesifik. Secara internal, Apple menetapkan target Maret 2026 — yang terkait dengan iOS 26.4 — sebuah target yang tetap berlaku hingga bulan lalu.
Namun, pengujian menemukan masalah baru pada software, yang menyebabkan kembalinya peluang rilis ditunda, menurut sumber-sumber yang meminta untuk tidak disebutkan namanya karena pembahasan tersebut bersifat rahasia. Siri tidak selalu memproses permintaan dengan benar atau membutuhkan waktu terlalu lama untuk menangani permintaan, kata mereka.
Situasi ini masih dinamis, dan rencana Apple mungkin akan berubah lebih lanjut. Seorang juru bicara perusahaan menolak untuk berkomentar.
Dalam beberapa hari terakhir, Apple menginstruksikan insinyur untuk menggunakan iOS 26.5 yang akan datang guna menguji fitur-fitur baru Siri, yang menunjukkan bahwa fungsionalitas tersebut mungkin telah ditunda setidaknya satu siklus rilis. Salah satu fitur yang kemungkinan besar ditunda adalah kemampuan Siri untuk mengakses data pribadi. Teknologi tersebut akan memungkinkan pengguna meminta asisten tersebut, misalnya, untuk mencari pesan teks lama guna menemukan podcast yang dibagikan oleh teman dan memutarnya secara langsung.
iOS 26.5 yang diakses secara internal juga mencakup tombol pengaturan yang memungkinkan karyawan mengaktifkan “preview” fitur tersebut. Hal ini menunjukkan bahwa Apple tengah mempertimbangkan ide untuk memberi peringatan kepada pengguna bahwa peluncuran awal mungkin tidak lengkap atau tidak berfungsi dengan andal — mirip dengan apa yang dilakukan Apple dalam uji beta sistem operasi baru.
Fitur lain yang sedang dikembangkan termasuk perintah suara paling canggih untuk mengontrol tindakan dalam aplikasi, sebuah sistem yang dikenal sebagai app intents. Fungsi dari fitur ini adalah memungkinkan pengguna meminta Siri untuk mencari gambar, mengeditnya, dan mengirimkannya ke kontak — semua dalam satu perintah.
Karyawan Apple yang menguji iOS 26.5 mengatakan bahwa dukungan awal untuk fitur-fitur ini sudah ada, tetapi tidak berfungsi secara andal dalam semua kasus.
Penguji juga melaporkan masalah akurasi, serta bug yang menyebabkan Siri memotong percakapan pengguna saat mereka berbicara terlalu cepat. Selain itu, ada masalah dalam menangani pertanyaan kompleks yang memerlukan waktu pemrosesan lebih lama.
Tantangan lain: Siri baru terkadang kembali menggunakan integrasinya dengan ChatGPT milik OpenAI daripada menggunakan teknologi Apple sendiri. Hal ini bisa terjadi bahkan ketika Siri seharusnya mampu menangani permintaan tersebut.
Hingga akhir 2025, versi internal Siri baru begitu lambat sehingga banyak pihak yang terlibat dalam pengembangan percaya bahwa perusahaan harus menunda peluncuran selama berbulan-bulan.
Eksekutif Apple sebut mereka tidak ingin peluncuran sesuatu yang diumumkan pada Juni 2024 melebihi musim semi 2026. Bahkan dalam beberapa minggu terakhir, Apple masih berencana untuk meluncurkannya bulan ini. Namun, ini merupakan proyek yang kompleks. Update Siri dibangun di atas arsitektur baru yang disebut Linwood. Software ini akan bergantung pada platform LLM perusahaan — yang dikenal sebagai Apple Foundations Models — kini mengintegrasikan teknologi dari tim Google Gemini milik Alphabet Inc.
Versi uji coba iOS 26.5 saat ini juga mencakup dua fitur tambahan yang belum diumumkan oleh perusahaan: tool pencarian web baru dan pembangkitan gambar kustom. Apple telah menguji kemampuan ini sebagai bagian dari iOS 26.4, menunjukkan bahwa beberapa fitur baru Siri mungkin masih akan hadir pada jadwal yang lebih awal.
Fitur pencarian web berfungsi serupa dengan tools mirip Perplexity atau bagian Gemini dari mesin pencari Google. Fitur ini memungkinkan pengguna meminta informasi dari web dan menerima respons yang disintesis, daftar ringkasan detail, dan tautan ke situs web yang relevan.
Fitur image-generation menggunakan mesin yang sama dengan aplikasi Image Playground Apple, meskipun orang-orang yang telah menguji iOS 26.5 mengatakan fitur ini masih sensitif.
Selain pembaruan tersebut, Apple sedang mengembangkan AI untuk iOS 27, iPadOS 27, dan macOS 27: Siri yang sepenuhnya diperbarui yang beroperasi lebih seperti chatbot. Fitur ini akan didukung oleh server Google dan model Gemini kustom yang lebih canggih.
Dikenal dengan nama sandi “Campo,” upaya ini bertujuan untuk mengintegrasikan AI secara mendalam ke dalam sistem operasi Apple, menawarkan antarmuka dan fungsi yang sesuai dengan ekspektasi yang dibentuk oleh asisten gaya ChatGPT. Apple juga sedang menguji sistem ini melalui aplikasi Siri mandiri, memungkinkan pengguna untuk mengelola interaksi chatbot sebelumnya.
Bagian penting dari interface Siri generasi berikutnya adalah kemampuan untuk mengontrol fitur-fitur di seluruh sistem operasi dan menemukan data pribadi seperti file. Apple juga berencana untuk memanfaatkan mesin Siri baru dalam beberapa aplikasi internal utamanya, termasuk Mail, Calendar, dan Safari.
CEO Tim Cook memberikan petunjuk tentang perubahan lebih lanjut di masa depan selama pertemuan dengan seluruh karyawan pekan lalu, dengan mengatakan bahwa perusahaan sedang mengembangkan chip pusat data baru untuk memperkuat kemampuan AI mereka.
“Apple silicon memungkinkan kami untuk membangun solusi pusat data yang disesuaikan khusus untuk perangkat kami. Saya dapat mengatakan, ke depannya, pekerjaan yang kami lakukan akan memungkinkan munculnya kelas produk dan layanan yang sepenuhnya baru,” terang Tim Cook.
Tim Cook kemungkinan merujuk pada Baltra, proyek jangka panjang untuk mengembangkan chip berkemampuan tinggi untuk pemrosesan AI berbasis cloud. Salah satu alasan fitur data pribadi Apple mungkin membutuhkan waktu lebih lama untuk dikembangkan adalah sikap privasi yang ketat dari perusahaan. Dalam pertemuan yang sama, Craig Federighi, bos tim pengembang software Apple menekankan bahwa AI yang dipersonalisasi tidak boleh mengekspos data pengguna.
“Kami yakin sangat penting bahwa ketika model AI menerima pertanyaan dari Anda, data tersebut tetap privat,” serta menambahkan bahwa “standar industri adalah mengirim data ke server di mana data tersebut direkam, diakses oleh perusahaan, dan digunakan untuk pelatihan.”
Sebaliknya, Apple “memimpin jalan” dalam pengembangan AI yang tetap berada di perangkat pengguna atau dikirim ke server yang melindungi privasi, kata Federighi. Perusahaan juga mengandalkan informasi berlisensi dan data sintetis — yang dihasilkan secara buatan untuk meniru masukan dunia nyata — daripada materi yang diambil langsung dari pengguna, kata dia.
(bbn)
































