Catatan kredit perbankan masing-masing berada di level Rp8.585 triliun, atau mengalami pertumbuhan 9,6%. Sektor lain juga mencatatkan kenaikan seperti pembiayaan multifinance yang secara outstanding mencatat Rp506 triliun. Ini masih ditambah dengan pembiayaan via Pergadaian di Rp130,37 triliun.
Baca Juga: 8 Langkah Reformasi OJK dalam Percepat Reformasi Integritas Pasar Modal
Aktivitas modal ventura tercatat Rp15,9 triliun, dengan pinjaman daring atau pinjol di angka Rp96,6 triliun. Terakhir pembiayaan LKM, PPI, dan Lembaga Keuangan Khusus di Rp229 triliun.
Menurut Kiki, dorongan peran strategis industri jasa keuangan dalam mendukung pembangunan nasional terbaru ditunjukkan dengan dorongan memperbaiki aturan guna mendukung iklim usaha. Persyarakatan yang lebih akomodatif OJK wujudkan salah satunya dalam bentuk kemudahan akses pembiayaan untuk UMKM.
Dalam skala makro, Kiki menegaskan bahwa perekonomian di dalam negeri tetap resilient. Dibuktikan dengan data terkini capaian pertumbuhan ekonomi 2025 pada kisaran mencapai 5,11% secara yoy, dan dengan target di tahun ini mencapai 5,5%.
(prc/wep)





























