Sebelumnya, Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara Indonesia mengungkapkan peletakan batu pertama enam proyek hilirisasi bakal dimulai bulan ini.
Chief Operating Officer (COO) Danantara Dony Oskaria mengungkapkan, sejumlah proyek di bidang energi yang bakal dilakukan pembangunan pertamanya yakni; smelter grade alumina refinery (SGAR), proyek bioavtur, dan proyek bioetanol.
“Kita juga akan groundbreaking juga bioetanol, kemudian kita juga bioavtur,” kata Dony pekan lalu.
Solar Jadi Avtur
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia bakal mengerek kapasitas produksi avtur di dalam negeri.
Bahlil berencana mengonversi perkiraan surplus solar tahun depan menjadi bahan bakar industri penerbangan tersebut.
Menurut dia, Indonesia bakal surplus solar sekitar 4 juta ton mulai paruh kedua 2026.
Komitmen itu disampaikan Bahlil di hadapan Presiden Prabowo Subianto saat sidang kabinet di Istana Negara, Jakarta, Senin (15/12/2025).
“Jumlah solar yang surplus kurang lebih sekitar 4 juta ton itu kita akan konversi untuk membuat produksi avtur,” kata Bahlil.
Selain itu, Bahlil menambahkan, kementeriannya bakal mengerek bauran Solar dengan biodiesel sebesar 50% pada paruh kedua 2026.
“Sehinga di 2026, insyallah solar kita sudah clear, avturnya juga bisa kita produksi dalam negeri,” kata dia.
(azr/naw)





























