"Dari sisi resiko secara industri per November 2025, rasio NPL masih terjaga di sekitar 2,21%," terangnya.
Ke depan, Riduan menekankan Bank Mandiri akan terus menjaga keseimbangan antara pertumbuhan dan kehati-hatian dengan fokus pada ekspansi kredit berkualitas, penguatan manajemen risiko, serta optimalisasi ekosistem dan kapabilitas digital banking.
Dengan fundamental yang solid dan mitigasi risiko yang memadai, Riduan optimistis Bank Mandiri dapat tumbuh berkelanjutan sekaligus menjalankan peran sebagai agent of development dalam menopang pertumbuhan ekonomi nasional.
Senada, Direktur Corporate Banking Bank Mandiri Mochamad Rizaldi menyampaikan, hingga akhir 2025 perseroan mampu menjaga kualitas aset dengan NPL sebesar 0,96%. Dari sisi profitabilitas, return on equity tercatat 23,2%, sementara permodalan tetap kuat dengan rasio kecukupan modal (CAR) sebesar 20,4%.
"Sementara itu tingkat pencadangan atas NPL atau NPL coverage ratio juga kami jaga kuat di level 253% mencerminkan kesiapan Bank Mandiri dalam menghadapi potensi risiko kredit," jelas Rizaldi.
(ain)



























