Bursa saham Benua Kuning ‘tertular’ virus koreksi di Wall Street. Dini hari tadi waktu Indonesia, indeks S&P 500 terjungkal 0,51% dan Nasdaq Composite anjlok 1,51%.
“Saham-saham perangkat lunak dalam teritori oversold. Tahun lalu pasar mendukung kenaikan saham-saham teknologi dan perangkat lunak, sehingga sekarang mengalami tekanan berat. Saya memperkirakan akan terjadi rebound dalam waktu dekat, meski mungkin selektif,” jelas Andrea Gabellone, Head of Global Equities di KBC Securities, seperti dikutip dari Bloomberg News.
(aji)
No more pages





























