Sebab, kebiasaan membandingkan diri dengan pasar yang lebih kecil justru menghambat peningkatan kualitas dan skala pasar.
"Kompetisi kita harus India, harus Hongkong. Look at those two markets. They just humongous. Don’t go to smaller markets," ujarnya.
"Saya bilang kenapa kamu compare ke Vietnam, kamu compare ke Philippines? Kamu compare, dong, ke US, kamu compare ke JPMorgan, compare ke HSBC. Sama juga dengan pasar modal kita. You have to compete globally, dan ini penting," tegasnya.
Oleh karena itu ia menilai, sikap berada di zona nyaman menjadi salah satu tantangan utama yang perlu segera diatasi agar pasar modal Indonesia bisa bergerak lebih agresif dan berkelas dunia. "Karena we have to be forward looking, jangan melihat ke belakang," pungkasnya.
(dhf)





























