Presiden menunda penerapan tarif pada sejumlah besar cip buatan asing, menyusul penyelidikan berdasarkan Pasal 232 Undang-Undang Perluasan Perdagangan yang menemukan bahwa cip tersebut membahayakan keamanan nasional AS.
Sebagai gantinya, menurut proklamasi yang ditandatanganinya, Trump memerintahkan Menteri Perdagangan Howard Lutnick dan Perwakilan Perdagangan AS Jamieson Greer untuk "melakukan negosiasi perjanjian" tentang impor dan melaporkan kembali dalam 90 hari.
Trump mungkin akan mengumumkan tarif baru dan program kompensasi pendamping untuk mendorong manufaktur domestik "dalam waktu dekat," bunyi lembar fakta Gedung Putih.
Tarif 25% berlaku untuk "kategori semikonduktor yang sangat terbatas yang merupakan elemen penting dari kebijakan AI dan teknologi pemerintahan saya," kata deklarasi tersebut. Hal ini mencakup H200 dan MI325X dari Advanced Micro Devices Inc. Ada pengecualian bagi cip yang "diimpor untuk mendukung pengembangan rantai pasokan teknologi AS."
Trump menandatangani peraturan tersebut sehari setelah Biro Keamanan Industri (BIS) Departemen Perdagangan melonggarkan kriteria untuk memperoleh izin ekspor cip H200 ke China.
Biaya tambahan tersebut merupakan syarat yang diminta Trump sebagai imbalan atas izin penjualan Nvidia di China. AS masih harus mengambil langkah tambahan sebelum Nvidia bisa mengirim cip ke China, termasuk persetujuan izin ekspor oleh BIS. Proses tersebut bisa memakan waktu berminggu-minggu atau berbulan-bulan, dan belum jelas kapan akan selesai.
Produk-produk Taiwan umumnya dikenai tarif 20% saat masuk ke AS, meski semikonduktor dikecualikan karena pejabat Departemen Perdagangan sedang melakukan investigasi keamanan nasional mengenai apakah pungutan baru harus diterapkan di seluruh sektor cip. Trump belum memberlakukan tarif karena negosiasi dengan Taiwan dan perusahaan teknologi besar masih berlangsung.
Pejabat tinggi Taiwan, menurut sumber yang mengetahui, akan berkunjung ke Washington pada Rabu untuk membahas kesepakatan akhir guna menurunkan tarif keseluruhan menjadi 15% dan memperluas fasilitas produksi TSMC di AS.
Keputusan Trump ini menandai kemenangan signifikan bagi Nvidia, yang mendesak pembuat kebijakan AS melonggarkan kontrol ekspor yang menghalangi perusahaannya menjual cip AI ke pasar semikonduktor terbesar di dunia.
CEO Nvidia, Jensen Huang, telah menjalin hubungan dekat dengan Trump dan memanfaatkan hubungan tersebut untuk meyakinkan presiden bahwa pembatasan hanya akan memperkuat raksasa domestik China, seperti Huawei Technologies Co.
Ini merupakan perubahan drastis dari kebijakan AS selama bertahun-tahun yang berupaya membatasi akses Beijing ke teknologi canggih AS dan memicu reaksi keras dari Demokrat dan pakar keamanan nasional di Washington. Mereka mengatakan langkah tersebut akan memperkuat musuh yang ingin berambisi memperluas keuntungannya dalam perlombaan AI.
Trump bersikap keras terhadap Beijing di awal masa kepresidenannya, menepati janji kampanyenya untuk menindak praktik ekonomi China. Namun, setelah memicu perang dagang dengan memberlakukan tarif tinggi pada barang-barang China, dia mengurangi tekanan dengan menandatangani gencatan dagang dengan Presiden Xi Jinping.
Trump juga menegaskan bersedia melakukan bisnis dengan Beijing di bidang-bidang sensitif, asalkan pemerintah AS mendapatkan keuntungan finansial. Ia mengisyaratkan bahwa kesepakatan serupa mengenai ekspor cip sedang dibahas bagi perusahaan lain, termasuk Intel Corp dan AMD.
"Kebijakan ini akan mendukung lapangan kerja Amerika, memperkuat manufaktur AS, dan menguntungkan wajib pajak Amerika," tulis Trump pada 8 Desember.
(bbn)































